liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

4 Negara Ini Bakal Resesi di 2023, Indonesia Aman?

4 Negara Ini Bakal Resesi di 2023, Indonesia Aman?

Jakarta, CNBC Indonesia – Perekonomian dunia tahun depan akan dibayangi ketidakpastian. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani kerap menyebut ekonomi tahun depan ‘gelap’,

Ekonomi gelap tahun depan tak lepas dari ancaman ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang belum pasti kapan akan berakhir.

Rusia dan Ukraina sebagai pemasok energi dan pangan terbesar menyebabkan tingkat inflasi di banyak negara meningkat. Untuk meredam inflasi, bank sentral di banyak negara terpaksa melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam beberapa kesempatan selalu mengatakan bahwa hampir semua negara di dunia terancam gejolak ekonomi.

Beberapa negara dipastikan mengalami resesi ekonomi, antara lain Amerika Serikat, Eropa, Inggris, dan China.

“Resesi bukan tidak mungkin terjadi di Amerika Serikat. Pada 2022 dan 2023, Eropa juga berpeluang mengalami resesi,” ujar Sri Mulyani beberapa kali dikutip Minggu (4/12/2022).

China yang masih menganut kebijakan zero Covid-19 juga akan mengalami perlambatan ekonomi.

Laporan yang dirilis Bank Dunia pada Oktober 2022, menjelaskan bahwa 86% ekonomi China berasal dari 23 negara di kawasan, diproyeksikan ekonominya hanya tumbuh 2,8% tahun ini.

Prakiraan pertumbuhan ekonomi China turun signifikan dari perkiraan sebelumnya sebesar 5%.

Bank Dunia memperkirakan ekonomi global akan menyusut sebesar 1,9% poin menjadi 0,5% pada tahun 2023. Ini merupakan proyeksi skenario terburuk. Kemudian, pada tahun 2024, perekonomian dunia akan kembali turun sebesar 1% menjadi 2,0%.

Namun, Sri Mulyani juga mengungkapkan ada negara yang perekonomiannya relatif baik dan kuat akibat goncangan resesi. Indonesia, katanya, adalah salah satunya.

“Negara-negara berkembang seperti India, Indonesia dan Brazil, Meksiko relatif berada pada situasi yang cukup baik,” kata Sri Mulyani dikutip Minggu (4/12/2022).

Dari data IMF, India diperkirakan tumbuh 6,8% tahun ini dan 6,1% tahun depan. Sementara itu, IMF memprediksi Indonesia akan tumbuh 5,3% tahun ini dan 5% pada 2023.

Namun, negara-negara tersebut masih berisiko terkena efek samping dari resesi di negara-negara maju. Sri Mulyani juga mewaspadai kondisi eksternal meski Indonesia diprediksi masih tumbuh sekitar 5% pada 2022 dan 2023.

Risiko resesi karena kenaikan biaya dana dan potensi gagal bayar di banyak negara yang sudah memiliki rasio utang sangat tinggi. Harga komoditas yang tinggi kemudian menyebabkan inflasi meroket.

“Berapa banyak negara yang mengalami default crisis yang kemudian juga muncul dalam situasi ekonomi? Situasinya semakin rumit. Sehingga ekonomi global semakin kompleks,” imbuhnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

malang! Amerika Dihantam Resesi ‘Gempa’, Indonesia Kena Karet

(cap/ayh)