liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

5 Megaproyek Putra Mahkota Arab Saudi MBS, Ada Pencakar Langit Nyaris 500 Meter

5 Megaproyek Putra Mahkota Arab Saudi MBS, Ada Pencakar Langit Nyaris 500 Meter


Jakarta

Arab Saudi memiliki ambisi untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota yang juga Perdana Menteri (PM) Mohammad bin Salman (MBS)Arab Saudi tertarik pada pembangunan.

Beberapa proyek ambisius sedang dikerjakan oleh negara Timur Tengah itu. Arab Saudi berharap proyek yang dibangun dapat meningkatkan investasi dan perekonomian negara.

Pembangunan mega proyek oleh Saudi dibiayai oleh kekayaan kerajaan. Arab Saudi memiliki program Saudi Vision 2030, yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonominya dan mengurangi ketergantungan pada minyak.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berikut detail proyek raksasa Arab Saudi yang dirangkum detikcom.

1. NEOM

Arab Saudi memulai rencana ambisius untuk membangun struktur pencakar langit terbesar di dunia. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, mega proyek ini akan berlokasi di barat laut kerajaan.

Dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (27/7/2022), Proyek bernama The Mirror Line ini memiliki dua bangunan kaca reflektif setinggi 490 meter. Sedangkan luas wilayahnya 120 kilometer atau 75 mil, melintasi pantai, pegunungan dan gurun pasir.

Kedua bangunan tersebut akan dihubungkan oleh jalur pejalan kaki, dan kereta berkecepatan tinggi akan berjalan di bawahnya. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga US $ 500 miliar untuk menyelesaikannya.

Mirror Line Arab Saudi diproyeksikan mampu menampung 5 juta orang. Mereka sangat besar sehingga mereka dapat berpindah dari satu ujung bangunan ke ujung lainnya dalam 20 menit.

Dokumen rahasia, yang tampaknya telah disusun pada tahun 2021, mencakup konsep desain seperti pertanian vertikal beririgasi, marina kapal pesiar, dan stadion olahraga yang dibangun hingga 305 meter di atas tanah.

Struktur Mirror Line akan dibangun di kota Neom yang canggih milik Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Neom diproyeksikan seukuran negara bagian Massachusetts di Amerika Serikat. Itu membutuhkan anggaran pembangunan hingga US$ 500 miliar.

MBS mengatakan 170 kilometer barat laut Arab Saudi akan bebas dari mobil dan jalan raya, dengan emisi nol karbon. Lokasi The Mirror Line sendiri berada di Teluk Aqaba hingga ke tengah laut.

Pembangunan Neom ditargetkan selesai pada 2030. Sedangkan The Mirror Line diperkirakan selesai dalam 50 tahun.

Sebelumnya, MBS telah menyampaikan keinginannya untuk membangun bangunan ikonik dan abadi seperti Piramida di Mesir

2. Proyek Laut Merah

Proyek Laut Merah atau Proyek Laut Merah. Proyek ini bertujuan untuk menjadi pemimpin dunia dalam pariwisata.

Dikutip dari Arab News, proyek ini direncanakan menjadi kawasan wisata mewah. Dengan luas total 34.000 km2, 28.000 km persegi memiliki 9 pulau dan berbagai fasilitas mewah akan dibangun.

Dalam proyek ini akan dibangun 50 hotel super mewah, dan juga akan dibangun bandara internasional. Jika proyek ini selesai, diperkirakan akan menyerap 35.000-70.000 tenaga kerja dan menyumbang pendapatan negara US$ 5,9 miliar per tahun setara Rp 82,9 triliun.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengungkapkan proyek hotel atau resor yang akan dibangun di kawasan Laut Merah akan mengedepankan kawasan ramah lingkungan.

Ia pun menginginkan konsep hotel yang terletak di lautan dibangun dengan pemandangan terumbu karang. Jadi konsep desain yang diminta adalah Coral Bloom, yang dirancang oleh firma arsitektur ternama Inggris Foster+Partners. Konsep tersebut akan dikembangkan untuk sebuah hotel di Pulau Shurayrah.

Ingat, Pulau Shurayrah adalah rumah bagi sistem terumbu karang terbesar keempat di dunia, karang yang belum tersentuh, dan sejumlah besar spesies yang terancam punah. 11 hotel akan dibangun di pulau itu sendiri.

“Kami berharap para tamu akan terpesona dengan apa yang mereka lihat saat pertama kali tiba di The Red Sea Project, menikmati pengalaman mewah bertelanjang kaki yang benar-benar imersif,” kata John Pagano, CEO The Red Sea Development Company (TRSDC).

Perusahaan Pengembangan Laut Merah (TRSDC) adalah pengembang proyek Laut Merah yang sangat raksasa. Perusahaan ini baru didirikan pada tahun 2018, dimiliki sepenuhnya oleh Dana Investasi Publik Arab.

Wilayah Laut Merah itu sendiri spektakuler, menampilkan gunung berapi yang tidak aktif, gurun, dan beragam satwa liar dan lanskap pegunungan.

3 proyek lagi di halaman berikutnya. Cukup klik