liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

631 Keluarga Tak Mampu di Kepri Kini Nikmati Akses Listrik PLN

631 Keluarga Tak Mampu di Kepri Kini Nikmati Akses Listrik PLN

Jakarta

PT PLN (Persero) bersama DPR RI bergotong royong menyelesaikan penyambungan Bantuan Instalasi Listrik Baru (BPBL) di Provinsi Kepulauan Riau. Kini, 631 keluarga di Kepulauan Riau dapat menikmati sambungan listrik gratis yang telah lama ditunggu-tunggu.

Manfaat tersebut salah satunya dirasakan oleh Jefri (38). Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengaku bersyukur mendapat bantuan BPBL karena sebelumnya hanya menyuplai listrik sementara dari rumah orang tuanya.

“Alhamdulillah senang sekali dapat instalasi listrik baru dari pemerintah, sangat membantu anak saya belajar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan dukungan terbaik untuk kawasan 3T di Kepulauan Riau. Salah satunya terkait dengan penyediaan listrik gratis untuk mewujudkan energi yang berkeadilan.

Karena itu, Komisi VII DPR RI mengapresiasi program BPBL yang dilakukan PLN. Berkat program ini, kata Asman, masyarakat kurang mampu yang tidak menikmati pasokan listrik kini bisa mendapatkan akses yang sama dari PLN.

“Program kelistrikan ini sangat mendesak sesuai dengan tuntutan saat ini,” terangnya.

Di sisi lain, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu menjelaskan, bantuan BPBL ini diterima oleh keluarga pra sejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). . yang bertempat tinggal di kawasan 3T atau diberikan berdasarkan keputusan Verifikasi Rumah Tangga oleh Kepala Desa/Lurah/Pejabat setingkat.

Ia menambahkan, penerima bantuan belum terdaftar sebagai pelanggan PLN sehingga bantuan tepat sasaran.

“Program ini gratis dan perlu saya sampaikan lagi agar masyarakat tahu. Tahun ini program BPBL menargetkan 80.000 KK, tahun depan 83.000 KK,” ujarnya.

General Manager Unit Distribusi Utama (UID) Riau dan Kepulauan Riau, Agung Murdifi menjelaskan, program BPBL merupakan wujud nyata komitmen PLN dan pemerintah untuk memberikan pemerataan akses pasokan listrik ke seluruh Indonesia. Dengan demikian, rasio elektrifikasi di daerah perbatasan, terpencil, dan tertinggal (3T) dapat terus meningkat.

“Program BPBL merupakan upaya pemerintah membantu pemasangan listrik baru secara gratis bagi rumah tangga yang belum teraliri listrik, dan merupakan upaya pemerataan akses listrik di seluruh nusantara untuk meningkatkan rasio elektrifikasi,” jelasnya.

Ia berharap program ini dapat membantu masyarakat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Sebab, segala aktivitas sosial akan lebih mudah karena akses pasokan listrik 24 jam.

“PLN berkomitmen penuh untuk pemerataan akses dan percepatan penyediaan listrik bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, PLN juga menyalurkan 25 paket sembako kepada keluarga miskin penerima. Agung mengungkapkan, bantuan yang disalurkan berasal dari Yayasan Baitul Maal (YBM) milik PLN.

“Penyaluran bantuan sembako berupa zakat, infak dan sedekah dari insan PLN, semoga menjadi amal shaleh dan barokah bagi pegawai, keluarga dan PLN,” pungkasnya.

(acd/hns)