liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Anak Pemilik Wanaartha Rampok Duit Triliunan? Ini Faktanya

Anak Pemilik Wanaartha Rampok Duit Triliunan? Ini Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia –

Direktur Utama Adi Yulistanto buka-bukaan soal isu penyelewengan dana oleh pemilik dan pejabat perusahaan.

“Benar atau tidak, tanya Bareskrim. Kami belum ada informasi, baca saja beritanya,” ujarnya di Graha Wanaartha Mampang Jakarta, Rabu (12/7/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Badan Reserse Kriminal Polri, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, sebelumnya menetapkan Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life), Yanes Yaneman Matulatuwa, dan enam petinggi perusahaan sebagai tersangka pemalsuan dokumen yang diberikan kepada OJK.

Baru-baru ini tersiar kabar Bareskrim Polri mengejar aset senilai Rp 1,4 triliun milik putra bungsu salah satu pemilik perusahaan.

Kepala Subdit Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Bareskrim Polri Kombes Pol Ma’mun mengungkapkan, saat ini putra bungsu salah satu pemilik Wanaartha Life itu berada di luar negeri karena memiliki rekening senilai Rp 1,4 triliun. . Saat ini diduga pelaku berada di Amerika Serikat (AS).

Pencarian aset Wanaartha cukup besar karena melibatkan total dana kelolaan Wanaartha Life yang mencapai Rp 17 triliun. Karena menurutnya Wanaartha Life meski berbadan hukum, namun memasarkan produk ilegal.

Sebagai informasi, tersangka dalam kasus wanprestasi ini bukan hanya direksi tetapi juga pemilik perusahaan antara lain Manfred Armin Pietruschka, Evelina Larasati Fadil dan beberapa nama lainnya seperti Rezanantha Petruschka, Daniel Halim, Terry Kesuma dan Yosef Meni. Selain sebagai pemilik, Eveline juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Wanaartha.

Dalam laporan keuangan terakhir tahun 2019 yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan, diketahui asuransi ini 97,54% dimiliki oleh Syarikat PT Fadent Consolidated dan sisanya dipegang oleh Yayasan Sarana Wana Jaya. Namun, penerima manfaat langsung terakhir dari perusahaan tidak diketahui.

Berikut profil key management Wanaartha Life

Evelina F. Pietruschka merupakan tokoh kunci di perusahaan dan menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak tahun 1999, sebelum akhirnya diangkat sebagai Presiden Komisaris WanaArtha Life pada Maret 2011.

Evelina telah lama berkarier di industri asuransi, dibuktikan dengan beberapa kali menjabat posisi penting di beberapa asosiasi industri asuransi.

Mengutip informasi di situs resmi perusahaan, pada tahun 2001 hingga 2002, Evelina diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dimana pada tahun 2002 hingga 2005 posisinya naik menjadi Ketua.

Pada tahun 2005, Evelina diangkat sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) hingga tahun 2011. Selain menjabat sebagai Ketua Umum AAJI, Evelina juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Asosiasi Asuransi Indonesia (FAPI). yang merupakan induk organisasi AAJI. asosiasi asuransi nasional untuk periode 2007-2008.

Bahkan, karirnya merambah ke tingkat regional, dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Asuransi ASEAN. Evelina memperoleh gelar Master dari Pepperdine University California, AS.

Selain karirnya yang panjang, Evelina juga memiliki beberapa prestasi diantaranya pada tahun 2009 terpilih sebagai salah satu Best Entrepreneur Finalist (EoY) yang diselenggarakan oleh Ernst & Young. Selain itu, beliau juga menerima “Personality of The Year 2013 Award” dari Asia Insurance Review Magazine.

Yanes Yaneman Matulatuwa pertama kali bergabung dengan WanaArtha Life sebagai Direktur Risk Management & Corporate Actuary sejak November 2011, kemudian sejak Juli 2014 resmi diangkat sebagai Direktur Utama.

Sama seperti Evelina, Yanes juga memiliki pengalaman panjang di dalam maupun di luar industri asuransi Indonesia, khususnya di bidang aktuaria. Yanes diketahui memulai karirnya pada tahun 1993 dan merupakan lulusan matematika di Universitas Indonesia.

Sebelum Wanaartha, Yanes pernah berkarir di PT Asuransi Jiwa BDNI Life, AIG Lippo, Sun Life Financial dan Panin Life hingga menduduki posisi penting di bidang aktuaris.

Dari tahun 2006 hingga 2009, Yanes menjabat sebagai Chief National Actuary of AXA Services Indonesia & Appointed Actuary untuk AXA Financial Services Indonesia dan Associate Director, Chief Actuary and Product Development di PT Asuransi CIGNA.

Daniel Halim bergabung dengan WanaArtha Life sebagai Direktur Keuangan dan Investasi pada Juli 2014 dan sebelumnya memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di pasar modal.

Sebelum bergabung dengan WanaArtha Life Daniel menjabat sebagai Direktur Henan Putihrai Asset Management dari tahun 2012 hingga 2014.

Daniel juga pernah menjabat sebagai Direktur di beberapa Perusahaan Asset Management, antara lain sebagai Presiden Direktur Kim Eng Asset Management dan Presiden Direktur PT Mega Nusantara Capital dari tahun 2009 hingga 2012.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Nasabah Wanaartha Kunjungi OJK, Yakin Rugi Ratusan Juta!

(merampok/ayh)