liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Anggaran Bagi-bagi Rice Cooker Rp 300 M, tapi Belum Disetujui Sri Mulyani

Anggaran Bagi-bagi Rice Cooker Rp 300 M, tapi Belum Disetujui Sri Mulyani

Jakarta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan rencana penyaluran penanak nasi listrik (PNL) atau pemasak nasi or penanak nasi masih terkendala anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati.

Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, anggaran untuk pendistribusian rice cooker belum disetujui Kementerian Keuangan. Anggaran yang diusulkan sebesar Rp 300 miliar untuk tahun depan akan melaksanakan program tersebut.

“Sudah didapat Rp 300 miliar, tapi sampai saat ini belum ada estimasi, usulannya masih dibahas di Komisi VII DPR RI,” kata Dadan kepada wartawan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2018). 2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berbagi wacana pemasak nasi or penanak nasi terungkap pertama kali dalam Forum Diskusi Umum yang digelar Jumat (25/11) lalu. Kebijakan ini ternyata masih sebatas pembahasan di Komisi VII DPR RI dan anggarannya belum disetujui.

“Program ini bentuk elektrifikasi, bukan program tandingan kompor induksi. Tapi kalau ditanya persiapan ke depan, sampai saat ini dananya masih belum jelas, belum ada update selain pembahasan di Komisi VII,” jelas Dadan.

Dadan mengatakan, penerima bantuan nasi belanga ini adalah masyarakat miskin yang membutuhkan. Penerima akan mengacu pada data Kementerian Sosial (Kemensos).

“(Termasuk pelanggan listrik 450 VA) kalau rice cookernya tidak terlalu banyak pasokan listriknya. Jadi yang pasti yang berhak menerimanya, bukan orang kaya,” ujarnya.

Terkait target penerima, Dadan mengatakan hal ini akan menyelaraskan anggaran yang telah disetujui dengan membaginya sesuai paket harga pemasak nasi or penanak nasi.

“(Target penerima) tergantung harga rice cooker. Target penerimanya pasti masyarakat, untuk rakyat. Kita pastikan saja berapa harga rice cookernya, tinggal dibagi anggaran,” ujarnya. ditambahkan.

(bantuan/gambar)