liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Beli Motor-Mobil Listrik Bisa DP 0%! Cek di sini Rinciannya

Beli Motor-Mobil Listrik Bisa DP 0%! Cek di sini Rinciannya


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan merinci berbagai insentif untuk mendukung Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Insentif ini terdiri dari sektor Perbankan, Pasar Modal, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Berbagai insentif tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan peran Industri Jasa Keuangan dalam mendukung program KBLBB baik untuk pembelian KBLBB maupun pengembangan industri hulu KBLBB.

1. Insentif perbankan berupa:

sebuah. Relaksasi perhitungan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dengan menurunkan bobot Risiko Kredit (ATMR) menjadi 50% untuk pembuatan dan penggunaan KBLBB dari semula 75% yang diterbitkan pada tahun 2020 dan diperpanjang hingga 31 Desember 2023.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

b. Relaksasi penilaian kualitas kredit untuk pembelian KBLBB dan/atau pengembangan industri hulu dari KBLBB dengan plafon sampai dengan Rp5 miliar hanya dapat didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga.

c. Penegasan bahwa penyediaan dana kepada debitur dengan tujuan pembelian KBLBB dan/atau perluasan industri hulu KBLBB (industri aki, industri filling station, dan industri komponen) dapat dikategorikan memenuhi ketentuan penerapan keuangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan (POJK 51/2017) tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.

d. Pembebasan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) untuk penyediaan dana dalam rangka produksi KBLBB dan infrastrukturnya dapat dikategorikan sebagai program pemerintah yang dikecualikan dari BMPK (dalam hal dijamin oleh BUMN dan BUMD penjaminan/lembaga keuangan asuransi). .

2. Di bidang IKNB (leasing dll) insentif berupa:

A. Bagi Perusahaan Pembiayaan:

I. Penyaluran dana kepada nasabah dalam rangka pembuatan dan penggunaan KBLBB dapat diberikan relaksasi bobot risiko aset yang disesuaikan sampai dengan 50 persen, berlaku untuk pembiayaan yang dibukukan mulai 18 November 2022 sampai dengan 31 Desember 2023.

II. Penilaian kualitas pembiayaan pembelian KBLBB dan/atau pengembangan industri hulu dari KBLBB dengan batasan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) hanya dapat didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan/atau margin/keuntungan . berbagi/sharing sesuai POJK 35/2018 dan POJK 10/2019.

AKU AKU AKU. Pemberian dana kepada debitur dengan tujuan membeli KBLBB dan/atau mengembangkan industri hulu dari KBLBB (industri aki, industri charging station, dan industri komponen) dapat dikategorikan memenuhi ketentuan penerapan keuangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam POJK 51/2017. .

IV. Penyaluran dana dalam rangka produksi KBLBB dan infrastrukturnya dapat dikategorikan sebagai program pemerintah yang dikecualikan dari Batasan Maksimum Pemberian Dana (BMPP) sesuai dengan POJK No.35/POJK.05/2018 tentang Tata Kelola Perusahaan Bagi Perusahaan Keuangan (POJK 35/2018) dan POJK No. 10/POJK.05/2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Unit Usaha Syariah Perusahaan Pembiayaan (POJK 10/2019).

V. Uang muka pembelian KBLBB dapat dikenakan paling sedikit 0 (nol) persen dari harga jual kendaraan, dengan tetap memenuhi ketentuan dalam POJK 35/2018 dan POJK 10/2019.

Pada halaman selanjutnya tentang insentif pasar modal dan asuransi. Cukup klik