liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

BI Rilis Pedoman Uang Digital Rupiah

BI meluncurkan White Paper mengenai pedoman pengembangan uang digital bank sentral (CBDC).


Jakarta, CNNIndonesia

Bank Indonesia (BI) meluncurkan dokumen White Paper berisi pedoman pengembangan uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Artinya cita-cita yang dimiliki RI uang digital semakin nyata.

Kemudian, CBDC yang diterbitkan BI akan menjadi satu-satunya uang digital yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Sedangkan uang digital lainnya akan dinyatakan tidak sah.

“Hari ini atas izin presiden kami meluncurkan kertas putih rupiah digital yang kami namakan proyek Garuda,” kata Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di JCC, Rabu (30/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Proyek Garuda, kata Perry, akan mencakup berbagai inisiatif penjajakan berbagai pilihan desain arsitektur digital rupiah, di mana terdapat tiga tahapan utama yang disediakan bank sentral untuk pengembangan uang digital.

“Pertama, uang digital akan diimplementasikan secara bertahap, mulai dari CBDC grosir untuk penerbitan, pemusnahan, dan transfer antar bank,” jelas Perry.

Kedua, nantinya akan diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang. Setelah itu, pada tahap akhir akan dilakukan integrasi uang digital wholesale dengan uang digital retail secara langsung.

“Tentu sinergi dan kerjasama di tingkat nasional dan internasional akan terus berlanjut,” jelasnya.

Selain itu, penerbitan Buku Putih ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pengembangan desain CBDC di masa mendatang, sehingga implementasinya dapat mengikuti konteks dan karakteristik kebijakan.

Pengembangan CBDC sendiri membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kerjasama dengan bank sentral lain dan lembaga internasional.

“Pengembangan mata uang digital bank sentral ke depan bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Bank sentral masih perlu melakukan eksplorasi dan eksperimen untuk mengantisipasi perkembangan mata uang digital ke depan,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ld/bir)

[Gambas:Video CNN]