liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Bos PLN Buka-bukaan Soal Proyek Listrik di Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bos PLN Buka-bukaan Soal Proyek Listrik di Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Jakarta

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo buka-bukaan soal proyek penyambungan listrik Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia mengatakan, PLN berkontribusi dalam penyediaan sambungan, transmisi, dan gardu listrik dalam proyek tersebut. PLN juga akan menjual konsumsi listrik.

Rudi Hartono, anggota Komisi VI DPR, mempertanyakan hal itu. Rudi mengatakan, berdasarkan pemaparan PT KAI (Persero), PLN seperti mempercayakan suntikan modal pemerintah melalui PT KAI di belakang proyek kereta listrik kecepatan tinggi pertama di Asia Tenggara. Pasalnya, KCIC dan Kementerian BUMN telah memasukkan listrik dalam tambahan modal proyek tersebut.

“Model bisnis PLN seperti apa ini? Saat pemaparan Direktur KAI, dia mempresentasikan PLN meminta PMN dengan anggaran Rp 3,2 triliun. PLN sepertinya sudah pergi membangun kelistrikan,” ujar Rudi. dalam rapat kerja dengan Dirut PLN, Senin (28/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Darmawan pun menjawab, menurutnya proyek yang dikerjakan dengan PT Kereta Api Indonesia China (KCIC) sebagai operator kereta cepat ini merupakan proyek komersial. PLN sama sekali tidak menargetkan peran PMN dalam proyek tersebut.

Kerja sama tersebut dilakukan murni secara komersial, KCIC ditagih oleh pihaknya untuk biaya penyambungan dan juga konsumsi listrik. Semuanya dilakukan seperti pelanggan lainnya.

“Ini program investasi komersial biasa. Jadi dari sudut pandang kami, ada biaya penyambungan yang ditagih ke KCIC, ada biaya pemakaian listrik yang kami bebankan ke KCIC. Kami diperlakukan seperti ini ke pelanggan lain,” jawab Darmawan.

Padahal, kata Darmawan, transaksi yang dilakukannya dengan KCIC sangat menguntungkan.

Ia mengaku senang dengan transaksi yang dilakukan dengan kereta cepat tersebut. Pasalnya, PLN bisa mendapatkan pelanggan baru dengan konsumsi listrik yang sangat besar.

“Untuk itu kami berkoordinasi dengan KCIC, ada meeting point dan ditandatangani perjanjian jual beli listrik. Dengan perjanjian ini kami juga senang, karena ada tambahan pelanggan, dan ada peningkatan permintaan di tengah kelebihan kapasitas,” ujarnya. dikatakan. Dermawan.

Di sisi lain, kata Darmawan, pihaknya hanya akan menyediakan transmisi dan penyambungan melalui gardu induk untuk kereta api cepat. Namun, distribusi listrik adalah bisnis KCIC.

“KCIC perlu membangun distribusi listrik, kita punya gardu untuk menyambung ke mereka. Jadi kita bangun sampai kubik, baru dia yang membangun paket distribusinya,” ujar Darmawan.

Lanjutkan ke halaman berikutnya

Simak Video “Jokowi Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan Bantuan China”
[Gambas:Video 20detik]