liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Bos Startup Ini Dijatuhi Hukuman 13 Tahun Penjara Gegara Bohong

Bos Startup Ini Dijatuhi Hukuman 13 Tahun Penjara Gegara Bohong

Jakarta

Mantan Chief Operating Officer (COO) perusahaan baru Penguji darah Theranos Ramesh Balwani dijatuhi hukuman hampir 13 tahun penjara Rabu lalu karena penipuan.

Hukuman itu muncul beberapa minggu setelah pendiri Theranos dan mantan pacar Balwani, Elizabeth Holmes, dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara.

Kejadian ini menandai berakhirnya kejatuhan perusahaan Silicon Valley akibat ulah dua mantan eksekutif tersebut. Pengacara AS untuk Distrik Utara California, Stephanie Hinds mengatakan, kejadian ini bisa menjadi peringatan bagi pengusaha lain dalam melakukan kebohongan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ada pepatah yang tidak menguntungkan di Silicon Valley, ‘Cobalah sampai Anda berhasil.’ “Elizabeth Holmes dan Sunny Balwani memperluas gagasan ini lebih jauh dari yang diizinkan undang-undang dan dengan demikian menempatkan sejumlah besar dolar investor dalam risiko,” kata Hinds dalam sebuah pernyataan. ).

“Biarlah cerita ini menjadi pengingat bagi para pengusaha di kabupaten ini: Mereka yang menggunakan kebohongan untuk menutupi kekurangan prestasi yang mereka janjikan berisiko dipenjara dalam waktu lama,” tambahnya.

Perlu dicatat bahwa Theranos sendiri merupakan startup yang sukses menghimpun pendanaan Seri A sebesar US$ 945 juta atau setara dengan Rp 14,74 triliun. Pada puncaknya, perusahaan itu bernilai US$9 miliar atau setara Rp140,4 triliun.

Theranos mulai melayang setelah investigasi Wall Street Journal 2015 melaporkan bahwa Theranos hanya pernah menjalankan sekitar selusin dari ratusan tes yang ditawarkannya menggunakan teknologi miliknya, dan dengan akurasi yang dipertanyakan.

Tidak hanya itu, terungkap juga bahwa Theranos mengandalkan perangkat pihak ketiga dari perusahaan penguji darah tradisional daripada teknologinya sendiri. Theranos akhirnya dibubarkan pada September 2018.

Pasangan itu, Holmes dan Balwani, pertama kali didakwa bersama empat tahun lalu atas 12 tuduhan kejahatan terkait menyesatkan investor dan pasien tentang kemampuan Theranos, serta urusan bisnis untuk mengumpulkan uang.

Tetapi persidangan mereka dihentikan setelah Holmes tampak berniat menuduh Balwani melakukan pelecehan seksual, emosional, dan psikologis selama hubungan mereka selama satu dekade. Tuduhan bertepatan dengan waktu perusahaan beroperasi. Namun, kuasa hukum Balwani membantah tudingan tersebut.

Kemudian di bulan Juli, Balwani dinyatakan bersalah atas 12 dakwaan, termasuk 10 dakwaan penipuan kawat dan 2 tuduhan konspirasi untuk melakukan penipuan kawat. Wire fraud atau stream fraud adalah penipuan yang melibatkan internet atau bentuk telekomunikasi lainnya.

Sementara itu, Holmes dinyatakan bersalah pada bulan Januari atas empat dakwaan terkait penipuan investor, dan dinyatakan tidak bersalah atas tiga dakwaan tambahan penipuan pasien dan satu dakwaan konspirasi untuk menipu pasien.

Keduanya terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda sebesar US$250.000 atau setara dengan Rp3,9 miliar plus restitusi untuk setiap dakwaan.

Dalam pengajuan pengadilan baru-baru ini, kata jaksa penuntut, Balwani dihukum tidak hanya karena menipu investor tetapi juga menipu pasien. Mereka merekomendasikan hukuman penjara 15 tahun terhadapnya, dan meminta Balwani membayar ganti rugi US$ 804 juta atau setara Rp 12,54 triliun.

(da/da)