liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Bus Semeru Putra Masuk Jurang di Magetan, 7 Penumpang Tewas

Tujuh warga Semarang menjadi korban tewas akibat kecelakaan bus wisata yang terjun ke jurang di Jalan Raya Cemoro Sewu-Sarangan, Magetan, Jawa Timur.


Semarang, CNNIndonesia

Tujuh orang tewas di dalam kecelakaan Bus wisata Semeru Putra Transindo terjun ke jurang di Jalan Raya Cemoro Sewu-Sarangan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (12/4).

Ketujuh korban yang meninggal itu disebut-sebut berasal dari Semarang. Mereka adalah Barliyan (52), warga Kemijen Semarang yang merupakan sopir bus dan enam warga Kampung Jalan Gedong Songo RT5/RW2 Semarang yakni suami istri, Sutarjo dan Wirti, pasangan suami istri Kabul dan Suwarti, Wachid dan Sukini.

“Data sementara tujuh orang meninggal dunia, termasuk sopir. Kami masih menyelidiki penyebab sebenarnya. Saat ini fokus bergerak dan menangani korban dulu,” kata Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan di Magetan, Jawa Timur, Minggu. (4/). 12).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Proses pemindahan korban terbilang sulit karena bus yang tenggelam berada di jurang. Selain itu, pengemudi bus terjebak sehingga petugas gabungan membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk mengungsi.

Bus Transindo Semeru Putra bernomor polisi H 1470 AG itu membawa puluhan penumpang menuju Telaga Sarangan, Magetan. Bus diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali saat menuruni tanjakan terjal dari arah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, menuju Magetan.

Bus tersebut kemudian menabrak besi pembatas jalan dan jatuh ke jurang. Tujuh korban meninggal dunia dan puluhan korban luka dievakuasi ke RSUD Sayidiman Magetan dan Puskesmas Plaosan. Kasus kecelakaan itu masih ditangani Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magetan untuk penanganan lebih lanjut.

Kabar kecelakaan maut ini diterima warga sekitar pukul 13.00 WIB yang kemudian disebarkan ke warga lain untuk saling periksa.

“Pukul 1 siang kami mendapat kabar dari grup WA desa, kemudian kami cross check dengan warga lain karena banyak tetangga dan kerabat yang terlibat,” ujar seorang warga, Agus.

Agus menjelaskan, warga merupakan rombongan kegiatan wisata ke Mojosemi. Sebanyak kurang lebih 100 warga ikut menjadi peserta sehingga harus menggunakan dua bus wisata yang berangkat pada hari Minggu sekitar pukul 06.00 WIB.

“Ini wisata tahunan, sudah direncanakan sejak lama agar warga menabung dulu. Untuk tahun ini yang jadi sasaran Mojosemi,” jelas Agus.

Setelah mendapat kabar warga meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, sejumlah warga langsung mendirikan tenda kematian.

Jasa Raharja tidak ketinggalan dan langsung datang menemui keluarga korban untuk memastikan hak waris bagi yang akan menerima kharat kematian.

“Sampai saat ini kami telah menerima informasi tujuh korban, termasuk sopir bus. Kami bergerak cepat untuk mencari dan mengkonfirmasi data keluarga korban untuk keperluan ganti rugi,” kata Petugas Dinas Sosial Cabang Semarang, Bagus Prasojo.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung menyampaikan belasungkawa atas musibah maut yang menimpa warganya. Ia berharap masyarakat desa lainnya yang akan melakukan perjalanan ke daerah pegunungan atau yang melalui lereng atau turunan yang curam dapat ditarik kembali karena kondisi cuaca saat ini rawan bencana atau musibah.

“Tentu mohon maaf, saya khawatir dengan musibah yang menimpa warga akibat kecelakaan di Magetan. Oleh karena itu, saya menghimbau bagi yang ingin berwisata ke daerah pegunungan, melalui tanjakan terjal dan terjal, batalkan. cuaca, sehingga terkena bencana,” kata Hevearita.

(Antara/dmr/isn)

[Gambas:Video CNN]