liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Bye Batu Bara, PLN Sulap Sampah Jadi Listrik di PLTU Raksasa!

Bye Batu Bara, PLN Sulap Sampah Jadi Listrik di PLTU Raksasa!

Cilegon, CNBC Indonesia – PT PLN (Persero) melalui Subholding PT PLN Indonesia Power bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cilegon meresmikan pengoperasian Pembangkit Bahan Bakar Padat Jumputan (BBJP) pertama di Indonesia.

Pabrik BBJP berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Bagendung, Cilegon, Banten.

Pembangkit BBJP akan menyerap 30 ton sampah segar setiap hari untuk diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara atau co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya 8.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, ini merupakan kerjasama PLN dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam mengurangi sampah kota.

Darmawan mengatakan pabrik BBJP dikelola langsung oleh BUMD sehingga memberikan nilai tambah melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

“Proses energi baru terbarukan ini memberdayakan masyarakat sekitar yang dulu sering melihat masalah sampah, kini menjadi solusinya. PLN dan seluruh entitasnya siap berada di garda depan memimpin transisi energi, membawa Indonesia yang lebih bersih untuk masa depan. Sampah yang dulu berserakan kini diolah menjadi rupiah, ratusan pekerja juga menjadi bagian dari supply chain ini,” ujarnya saat peluncuran Pabrik BBJP di TPSA Bagendung, Cilegon, Banten, Selasa (29/11). /2022).

Foto: Grand Launching Pabrik BBJP oleh PLN dan Pemkot Cilegon di Cilegon, Banten. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Grand Launching Pabrik BBJP oleh PLN dan Pemkot Cilegon di Cilegon, Banten. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Selain itu, kata Darmawan, program waste to energy di Cilegon merupakan yang terbesar dan mampu mengurangi timbunan sampah sebanyak 30 ton per hari atau 9.000 ton per tahun.

“Program waste to energy di Cilegon saat ini merupakan yang terbesar. Namun, kami telah menyiapkan pilot plant dengan kapasitas 5 ton per hari di Medan dan Balikpapan yang ada di 5 lokasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, PLN Indonesia Power tidak hanya mendorong penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan pengelolaan limbah menjadi energi.

“Dengan metode biodrying, PLN Indonesia Power telah melakukan riset terkait pengolahan limbah menjadi bahan bakar sejak tahun 2018. Nantinya BBJP ini akan digunakan untuk cofiring di PLTU, dengan kata lain limbah di TPSA Bagendung akan diolah menjadi batu bara sebagai pengganti biomassa sebagai bahan bakar. di PLTU,” jelasnya.

Sebagai informasi, ke depannya instalasi BBJP Bagendung akan terus dikembangkan dengan kapasitas 300 ton per hari dan PLTU Suralaya sebagai pembelinya.

“Sinergi ini berdampak besar bagi semua pihak, karena program yang berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 2.064-2.886 ton CO2 per tahun dengan mengurangi penggunaan batu bara sebesar 3.600-5.000 ton per tahun juga menyerap ratusan tenaga kerja. ” jelasnya.

Selain itu, program ini juga dapat menggerakkan komoditas masyarakat setempat dengan membangun kesadaran bahwa sampah masyarakat dapat diolah dan tidak hanya dibuang ke TPA, bahkan dapat dimanfaatkan menjadi rupiah.

“Dari potensi sampah 30 ton per hari, ada potensi pendapatan Rp 6.661.450 per hari, tapi untuk saat ini belum ada kontrak penjualan biomassa ini,” ujar Edwin.

Sebagai informasi, untuk saat ini PLN Indonesia Power telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk Program Citarum Harum. Hal itu dilakukan dalam upaya penyediaan desain dan teknologi pengolahan 100 ton SRF per hari di 4 lokasi TPA di Jawa Barat, yakni di Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Bandung masing-masing 30 ton per hari dan Kota Bandung 18 ton. Satu hari.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Batu Bara “Kiamat”, Jokowi Minta Percepatan Pensiun PLTU!

(wow)