liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Cetak Laba Rp 39,31 T, Kontribusi BRI Ke Negara Makin Tinggi

Cetak Laba Rp 39,31 T, Kontribusi BRI Ke Negara Makin Tinggi

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan pertumbuhan laba tiga digit sebesar 106,14% Year-on-Year (YoY) menjadi Rp 39,31 triliun pada kuartal III 2022. Laba tersebut kemudian akan disumbangkan untuk mendukung masyarakat Indonesia pemerintah dalam menggerakkan perekonomian melalui komitmen dividen dan pajak.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, BRI selalu menciptakan nilai sosial dan ekonomi secara bersamaan. Dengan demikian, kata dia, keuntungan dari kinerja keuangan akan kembali kepada masyarakat melalui dividen dan pajak yang dibayarkan kepada negara.

“Karena BRI adalah bank rakyat, semoga keuntungan yang didapat bisa dikembalikan ke rakyat. Misalnya, laba BRI tahun lalu mencapai Rp 32,4 triliun dan dikembalikan ke negara dalam bentuk dividen Rp 14,05 triliun. , dan BRI membayar pajak sebesar Rp. 12. ,5 triliun. Total kontribusi BRI kepada negara berdasarkan laba rugi tahun lalu sebesar Rp 26,5 triliun. Kemudian, nanti akan dikelola oleh pemerintah untuk masuk ke APBN kemudian kembali lagi ke berbagai program untuk masyarakat, dan kembali lagi ke masyarakat,” kata Sunarso dalam keterangan tertulis, Kamis (12/1/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tegasnya, BRI berkomitmen untuk mengalokasikan rasio pembayaran dividen (Dividend Payment Ratio), sejak tahun 2015, BRI telah mencatatkan rasio pembagian dividen sebesar 40% sampai dengan 85%. Menurut Sunarso, BRI berupaya memicu pemulihan ekonomi melalui rasio dividen sebesar 85% pada 2021. Pembayaran dividen akan meningkat signifikan dibanding 2020 yang sebesar 65%.

“BRI membuka kemungkinan untuk mengoptimalkan dividend payout ratio dalam 3-5 tahun ke depan. Dengan situasi permodalan saat ini dan prospek pertumbuhan kinerja, BRI masih berpotensi memberikan dividend payout ratio di atas 70%,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sunarso mengatakan BRI fokus untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, bank yang memiliki jaringan terluas di Indonesia ini juga berkomitmen mengembangkan UKM melalui strategi go short, go fast, dan go small.

“Karena kinerjanya sangat bagus, tantangannya adalah bagaimana mempertahankan keberlanjutan terhadap pertumbuhan yang baik ini. Jadi menurut saya ada 4 syarat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pertama, kata dia, kejelasan sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Micro. Kedua, BRI harus memiliki modal yang cukup.

Saat ini perseroan memiliki kecukupan modal yang sangat baik, dimana Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI mencapai 24%. Menurut dia, persentase tersebut sangat kuat mengingat untuk memenuhi syarat minimal pemenuhan Basel III hanya dibutuhkan 17,5%.

“Jadi bisa disimpulkan modal kita cukup untuk tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, mungkin 3-4 tahun ke depan,” ujar Sunarso.

Ketiga, BRI harus memiliki likuiditas yang cukup. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI hanya 88,92%. Karenanya Sunarso menegaskan BRI berkomitmen mendorong pertumbuhan kredit agar LDR mencapai level optimal sekitar 90%-92%.

Terakhir, adalah kualitas pertumbuhan. BRI berupaya mengelola Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Kredit agar terjaga dengan baik. NPL BRI sampai dengan triwulan III 2022 sebesar 3,09%, turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,27%.

“Credit Cost kita sekarang turun dari 3% menjadi 2,88%. Saya kira alangkah baiknya kita turunkan lagi supaya Credit Cost kita sangat bagus,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Ssst… Diam-diam BRI Green Bond IDR 5 T Oversubscribed 4,4 Kali

(rah/rah)