liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

Ekonom Ramal Ekspor RI Melambat di 2023, Surplus Perdagangan Turun

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal memprediksi ekspor Indonesia bakal mengalami perlambatan di 2023 sehingga berdampak pada penurunan surplus perdagangan.


Jakarta, CNNIndonesia

Prediksi Direktur Eksekutif Center for Economic Reform (CORE) Mohammad Faisal ekspor Indonesia akan mengalami perlambatan pada tahun 2023 yang akan berdampak ke bawah surplus perdagangan.

Faisal mengatakan, tahun ini Indonesia mengalami surplus perdagangan tertinggi sepanjang sejarah. Dia memprediksi Indonesia masih akan mengalami surplus pada 2023, hanya lebih kecil dari tahun ini.

“Ekspor mulai melambat tahun depan dan akibatnya surplus perdagangan juga menyusut. Dari sisi surplus perdagangan, ekspor berada di bawah tekanan global karena beberapa negara tujuan ekspor utama kita seperti AS dan Eropa diperkirakan pertumbuhan ekonominya lebih rendah. ,” kata Faisal dalam CORE Economic Outlook 2023: Memanfaatkan Ketahanan Terhadap Krisis Global, Rabu (23/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Meski begitu, Faisal mengatakan tren terkini tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan ekspor Indonesia. Ia mencontohkan krisis energi dan perlambatan permintaan domestik di Uni Eropa yang justru menyebabkan permintaan batu bara meningkat.

Batubara dianggap sebagai opsi energi yang lebih murah. Dengan demikian, rekor kinerja ekspor Indonesia terus meningkat ke Uni Eropa yang salah satunya ditopang oleh ekspor batu bara.

Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menjelaskan batu bara masih akan menjadi penyumbang pendapatan negara tahun depan.

“Pemerintah harus mengelola pertambangan batu bara yang sebenarnya mencapai ratusan bahkan ribuan di Indonesia, tidak seperti negara pengekspor lainnya. Jadi saya melihat tahun 2023 pemerintah masih mendapat dukungan yang tinggi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pajak lainnya dari batu bara,” dia berkata.

Singgih sependapat dengan pernyataan Faisal, dia melihat batu bara sebagai komoditas tahun depan dengan tujuan menambah penerimaan negara saat harga komoditas sedang tinggi.

Sebelumnya, BPS menyatakan ekspor Indonesia hingga Oktober 2022 meningkat 0,13 persen menjadi US$24,81 miliar dari US$24,78 miliar pada bulan sebelumnya. Jika dibandingkan Oktober 2021, nilai ekspor Indonesia meningkat 12,30 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto merinci capaian ekspor Indonesia bulan ini yang menyumbang surplus US$5,67 miliar atau setara Rp88,25 triliun (asumsi kurs Rp15.565 per dolar AS) setiap bulan pada Oktober 2022.

“Jadi neraca perdagangan mencatat surplus US$5,67 miliar. Jadi neraca perdagangan hingga Oktober 2022 sudah mencatat surplus selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Setianto dalam konferensi pers, Selasa (15/11).

Kinerja meningkat karena ekspor migas (migas) meningkat 4,93 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar US$1,31 miliar menjadi US$1,38 miliar. Namun, ekspor nonmigas turun 0,14 persen dari US$23,47 miliar menjadi US$23,43 miliar.

Peningkatan ekspor migas tersebut disebabkan oleh peningkatan ekspor hasil minyak sebesar 9,02 persen menjadi US$324,6 juta dan gas sebesar 8,34 persen menjadi US$921,2 juta. Namun demikian, ekspor minyak mentah turun 20,43 persen menjadi US$129,3 juta.

[Gambas:Video CNN]

(skt/dzu)