liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Diprediksi Bisa Tumbuh di Bawah 5%

Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Diprediksi Bisa Tumbuh di Bawah 5%

Jakarta

Pembangunan ekonomi kuartal keempat diperkirakan 5% atau mungkin di bawahnya. Sebaliknya, pemerintah berupaya mengantisipasi dampak pelemahan ekonomi global.

“Kami masih memperkirakan (pertumbuhan ekonomi kuartal IV), tapi kurang lebih sekitar 5% atau sedikit di bawah 5,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu usai rapat di DPR. , Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Dia menjelaskan, kuartal keempat memang menantang. Hal ini kontras dengan kuartal ketiga di mana kinerja ekonomi sangat baik.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sebaliknya, kita telah melihat tanda-tanda bahwa kita harus mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global, dan juga mengambil langkah-langkah agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kita dapat diminimalkan,” katanya.

Namun, dia memperkirakan secara keseluruhan pada 2022, pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,2% atau sedikit lebih tinggi dari angka tersebut.

“Jadi relatif untuk tahun 2022 cukup kuat, tantangan yang kita persiapkan tepat di tahun 2023. Kita berharap dapat terus mengantisipasi dan menerapkan kebijakan yang kondusif bagi perekonomian kita,” jelasnya.

Sementara untuk defisit anggaran, dia melihat peluang besar di bawah 3%. Proyeksi terakhir pada Juli, defisit APBN 2022 diperkirakan sebesar 3,92%.

“Proyeksi terakhir akhir Juli adalah 3,92%. Saat ini kami melihat kemungkinan besar defisit bisa di bawah 3,” katanya.

(acd/hons)