liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Eks Pejabat Pajak Angin Prayitno Didakwa Terima Rp29 Miliar dan TPPU

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Tahun 2016-2019 Angin Prayitno Aji didakwa menerima gratifikasi.

Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Pada tahun 2016-2019, Angin Prayitno Aji didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 29.505.167.100 dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dakwaan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (24/1).

Terdakwa Angin Prayitno Aji selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II Tahun 2011-2016 dan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Tahun 2016-2019 bersama Dadan Ramdani, Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar dan Febrian menerima uang sebesar Rp 17,5 miliar dan khusus yang diterima terdakwa Rp 3,737 miliar serta penerimaan lainnya sebesar Rp 25.767.667.100,” kata Jaksa KPK Yoga Pratomo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa. (24/1). ).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dadan adalah Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Penunjang Pemeriksaan Ditjen Pajak tahun 2016-2019. Sedangkan Wawan, Alfred, Yulmanizar dan Febrian selaku Tim Pemeriksa Pajak Ditjen Pemeriksaan dan Penagihan Pajak Tahun 2014-September 2019.

Penerimaan reward terjadi pada periode 2014-September 2019.

“Setelah menjabat sebagai Direktur P2, untuk mendapatkan keuntungan pemeriksaan wajib pajak, terdakwa memerintahkan Kepala Subdirektorat dan Pengawas Tim Pemeriksa Pajak untuk menerima pembayaran dari wajib pajak yang diperiksa oleh Pemeriksa Pajak. Tim di Direktorat P2. di Ditjen Pajak,” kata jaksa.

“Hasilnya akan dibagi di antara pejabat struktural, yakni untuk tertuduh sebagai Direktur dan Kasubdit sebanyak 50 persen, sedangkan untuk Tim Pemeriksa 50 persen,” lanjutnya.

Angin yang juga Ketua Panitia Perencana Audit Tingkat Pusat mendapatkan reward dari PT Rigunas Agri Utama (RAU), CV Perjuangan Steel (PS), PT Indolampung Perkasa, PT Esta Indonesia, Wajib Pajak Ridwan Pribadi, PT Walet Kembar Lestari (WKL) , dan tautan PT Net.

Bahwa dari Wajib Pajak tersebut di atas, Terdakwa telah menerima Rp 1.912.500.000,- Dolar Singapura setara dengan Rp 575.000.000,- dan Dolar Amerika Serikat setara dengan Rp 1.250.000.000,- sampai dengan jumlah Rp 3.737.500.000,- dengan tambahan yang berkaitan dengan kedudukan Tergugat. sebesar Rp 25.767.667.100 sehingga jumlah yang diterima terdakwa sebesar Rp 29.505.167.100,” kata JPU.

Atas perbuatan itu, Angin dijerat pasal 12 B UU Pemberantasan Korupsi (UU Typikor) jo Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Kode kriminal.

Pencucian uang

Selama periode 2014-2020, Angin disebut melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menutupi harta kekayaan hasil penerimaan gratifikasi periode 2014-2019 senilai Rp 29.505.167.100 dan suap sebesar Rp 14.628.315.000.

Ia membeli tiga bidang tanah di Kampung Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Kemudian dua bidang tanah dan bangunan di Desa Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Selanjutnya 60 bidang tanah di Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor; delapan bidang tanah di Desa Babakan, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka; sebidang tanah di Desa Kertasari, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka; sebidang tanah di Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Sebelas bidang tanah di Bukit Rhema, Dusun Karang Rejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang; enam bidang tanah di Dusun Jojana, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang; empat bidang tanah dan bangunan di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman; satu bidang tanah dan bangunan di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman; empat bidang tanah dan bangunan di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Serta unit apartemen di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan mobil VW Polo 1.2 warna hitam.

“Yang diketahuinya atau patut diduganya adalah hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan tersebut,” kata JPU.

Angin didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Menanggapi tudingan tersebut, Angin tidak menyampaikan nota keberatan atau eksepsi. Sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 1 Februari 2023 dengan agenda pemeriksaan saksi.

Angin adalah narapidana kasus korupsi terkait rekayasa perpajakan yang divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider dua bulan kurungan. Ia juga divonis membayar ganti rugi sebesar Rp 3,375 miliar.

(ryn/DAL)

[Gambas:Video CNN]