liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Fantastis! Harta Karun Ini Buat Maluku Utara Juara 1 di Dunia

Fantastis! Harta Karun Ini Buat Maluku Utara Juara 1 di Dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Gejolak investasi dan lonjakan ekspor membuat perekonomian Maluku Utara mampu tumbuh dua digit dalam tujuh triwulan terakhir. Sepanjang tahun ini, pertumbuhan ekonomi mampu melonjak 26,94% (year on year/yoy) atau tertinggi di dunia.

Produk Domestik Bruto (PDB) Maluku Utara tumbuh 28,33% (yoy) pada triwulan I 2022, melonjak 27,75% (yoy) pada triwulan II 2022, dan melonjak 24,85% (yoy) pada triwulan III 2022. Secara kumulatif, PDB provinsi meningkat sebesar 26,94% sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan sebesar 26,94% merupakan yang tertinggi dibanding 34 daerah lainnya. Pertumbuhan ini setara dengan lima kali lipat pertumbuhan kumulatif negara (5,40%) dan juga hampir lima kali lipat dibandingkan DKI Jakarta (5,39%).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN


Sebagai catatan, Maluku Utara juga menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang terus berkembang di awal pandemi 2020, selain Sulawesi Tengah dan Papua. Sejak triwulan I 2021, pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara juga meningkat dua digit.

Berbeda dengan daerah lain yang mengandalkan konsumsi rumah tangga, Maluku Utara mengandalkan ekspor dan investasi untuk menggerakkan perekonomiannya.

Pada kuartal III 2022, ekspor menyumbang 150,61%. Namun demikian, impor Maluku Utara juga tumbuh sangat besar sehingga ekspor neto mengalami penurunan. Investasi menyumbang 69,17% sedangkan konsumsi rumah tangga menyumbang 37,51%.

Ekspor meningkat 108,82% secara kumulatif (triwulan I-III 2022) sedangkan investasi melonjak 76,98%.
Total nilai ekspor Maluku Utara pada Januari-Oktober melebihi US$ 6,7 miliar, dimana besi dan baja menyumbang 86,7% dari total ekspor.


Ekspor besi dan baja Maluku Utara mencapai US$ 5,81 miliar, diikuti nikel (US$ 851,84 juta), serta bijih logam, kerak dan abu (US$ 39,96 juta).

China merupakan pasar ekspor terbesar dengan nilai US$ 6,36 miliar atau 94,93%. Pasar ekspor lainnya adalah Korea Selatan, Malaysia dan Taiwan.

Sementara itu, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan Maluku Utara masuk tiga besar sebagai tujuan investasi investor asing.

Maluku Utara mampu menarik investasi asing senilai US$ 3,3 miliar pada Januari-September 2022. Mereka hanya tertinggal dari Sulawesi Tengah dan Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, lonjakan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara merupakan buah manis di hilir. Pembangunan infrastruktur yang mendukung hilirisasi juga telah membantu perekonomian lokal tumbuh pesat.

“Maluku Utara naik 27% karena lonjakan itu karena hilirisasi. Di sana ada industri peleburan. Itu akan tumbuh kalau ada tambahan industri turunan nikel. Itu bisa dilakukan di Maluku Utara,” kata Jokowi, di Rapat Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022, Rabu (30/11/2022).

Sejumlah smelter nikel telah dan akan dibangun di Maluku Utara, khususnya di wilayah Halmahera Selatan. Diantaranya Harita Nickel yang sedang mengembangkan smelter nikel di Pulau Obi dengan nilai investasi US$ 1 miliar.

Smelter nikel PT Aneka Tambang di Halmahera Timur sudah 97,7% dibangun dan tinggal menunggu pasokan listrik.

Namun, Jokowi mengingatkan pemerintah Maluku Utara untuk tidak berpuas diri. Hal ini karena persaingan regional dan negara untuk investasi sangat ketat.
“Saya amankan agar berhati-hati jangan sampai salah mengambil kebijakan, nanti investasi di sana akan terhambat,” ujarnya.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Laporkan Pak Jokowi! Perekonomian RI tertinggal jauh dari negara ini

(mae/mae)