liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Founder FTX Mengaku Dana Nasabah Tak Sengaja Terpakai Trading

Founder FTX Mengaku Dana Nasabah Tak Sengaja Terpakai Trading

Jakarta, CNBC Indonesia – Miliarder muda Sam Bankman-Fried menghadapi beberapa hukuman penjara dan perdata. Hal ini terkait dengan kasus jatuhnya perusahaan perdagangan crypto, FTX beberapa waktu lalu.

Faktanya, pria berusia 30 tahun itu belum dihukum hingga saat ini. Namun jika ada sanksi, pakar hukum dan partner di Nelson Mullins Riley & Scarborough, Richard Levin memprediksi beberapa penalti yang mungkin akan menjerat Bankman-Fried.

Kepada CNBC International, dia menjelaskan setidaknya ada tiga ancaman hukuman yang berbeda. Kemungkinan besar semuanya akan dihadapi Bankman-Fried secara serentak hanya di Amerika Serikat (AS).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Salah satunya dari Departemen Kehakiman AS. “[Potensi] pelanggaran undang-undang sekuritas, undang-undang penipuan bank, dan undang-undang transaksi elektronik,” jelasnya, dikutip Selasa (6/12/2022).

Sementara itu, mantan jaksa federal dan pengacara Renato Mariotti menjelaskan bahwa jaksa dapat menyatakan FTX melanggar kewajiban fidusia. Karena disinyalir menggunakan dana nasabah sebagai alat stabilisasi harga koin FTT FTX.

Selain tuntutan pidana, Bankman-Fried juga berpotensi menghadapi sanksi perdata. Misalnya, Levin mencontohkan Komisi Bursa, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi, perbankan nasional, dan regulator sekuritas bisa mengajukan kasus.

“Di tingkat ketiga, juga banyak tindakan yang bisa diambil, jadi ada beberapa tingkat paparan potensial bagi para eksekutif yang terlibat dengan FTX,” kata Levin.

Salah satu alasan FTX bangkrut adalah penggunaan dana klien oleh Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan crypto yang juga didirikan oleh Bankman-Fried.

Alameda dilaporkan memiliki “kode curang” sehingga dapat meminjam dana jauh lebih banyak dari FTX dibandingkan pengguna lain.

Bankman-Fried telah membantah penipuan. Dia hanya mengatakan ‘dana tidak sengaja tercampur’.

“Saya tidak pernah mencoba melakukan penipuan,” kata Bankman-Fried.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Investor Crypto Masih Takut, Apa yang Terjadi?