liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Gara-gara Ini, Pengusaha Bakal ‘Mager’ Investasi Tahun Depan

Gara-gara Ini, Pengusaha Bakal 'Mager' Investasi Tahun Depan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan suku bunga yang agresif akan menghasilkan fenomena gelembung aset yang akan menghantui perekonomian tahun depan. Akibatnya masyarakat enggan berinvestasi di dunia bisnis tetapi lebih memilih berinvestasi di pasar uang.

Hal tersebut disampaikan Ekonom Senior Indef Aviliani dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 “Mengelola Ketidakpastian Ekonomi di Tahun Politik”, Senin (5/12/2022).

“Gelembung aset, dengan suku bunga yang lebih tinggi, orang malas berinvestasi, sehingga tidak berakhir berinvestasi di pasar uang dalam aset berbasis penciptaan tenaga kerja,” jelasnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Seperti diketahui, saat ini negara-negara maju gencar menaikkan suku bunga acuannya, mulai dari Amerika Serikat, disusul Inggris, hingga Eropa.

Menanggapi hal tersebut, negara-negara berkembang mau tidak mau harus mengikuti kebijakan negara-negara tersebut untuk menjamin aliran modal agar tidak keluar dan nilai tukar.

Namun, menurut Aviliani, kenaikan suku bunga yang dilakukan Indonesia sudah cukup, namun kondisi tersebut perlu dipenuhi dengan mendorong sinergi dari kebijakan fiskal.

“Menurut saya bunga bukan lagi dinaikkan tapi lebih fiskal, bagaimana DHE bisa masuk ke Indonesia,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Allo Invest to Campus Kunjungi Kampus Perbanas Institute

(ha ha)