liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Generasi Emas Belgia Bikin Gemas

Generasi Emas Belgia Bikin Gemas


Jakarta

Belgia, dengan komposisi berkelas di atas kertas, kalah mengejutkan dari Maroko. Kini Setan Merah harus ‘saling bunuh’ dengan Kroasia.

Belgia kalah 0-2 dari Maroko dalam lanjutan Grup F Piala Dunia 2022, Minggu (27/11/2022) malam WIB kemarin. Gol Romain Saiss dan Zakaria Abouhlal di babak kedua menenggelamkan Kevin de Bruyne dkk.

Di atas kertas, Belgia diunggulkan di partai ini. Mereka punya komposisi tim yang lebih mencolok, mulai dari De Bruyne, Eden Hazard, Thibaut Courtois, Axel Witsel, Toby Alderweireld, hingga Romelu Lukaku.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Anak asuh Roberto Martinez bermain lebih dominan, tetapi tidak bisa secara efektif mengubahnya menjadi peluang. Mereka hanya mencatatkan tiga peluang tepat sasaran, masih tertinggal dari Maroko yang memiliki empat peluang tepat sasaran dan setengahnya adalah gol.

Hasil ini menegaskan performa Belgia dengan generasi emasnya yang kurang oke di Piala Dunia 2022. Saat menang 1-0 atas Kanada di matchday 1, mereka juga tidak tampil bagus dan banyak ditekan oleh lawannya. .

Martinez menyebut timnya bermasalah dengan mentalitas, bermain dengan ketidakpastian. Itulah yang membuatnya begitu bersemangat dengan dua penampilannya di Qatar sejauh ini, yang menempatkan Belgia pada posisi yang harus dimenangkan atas pemuncak klasemen Kroasia di pertandingan terakhir.

“Itu adalah pola pikir, saya tidak berpikir itu adalah kurangnya kualitas. Kami bermain lebih baik dalam penguasaan bola daripada Kanada dan masuk ke posisi yang sangat menguntungkan,” katanya seperti dikutip BBC.

“Tapi umpan berikutnya tidak berhasil, juga tidak ada koneksi di sepertiga akhir. Kami tidak dapat menemukan pemain bebas dan saya pikir itu karena kami bermain dengan rasa takut kalah.”

“Sulit dipahami karena dalam enam tahun terakhir, kami adalah tim yang selalu mencari peluang mencetak gol. Kami mencetak gol di hampir 50 pertandingan berturut-turut, tapi di sini kami gagal mencetak gol dan itu merugikan kami.”

“Para pemain bekerja keras satu sama lain tanpa bola dan kemudian ketika saya menguasai bola saya tidak melihat kegembiraan mereka dan itulah yang perlu kami poles. Kami harus menjadi diri kami sendiri,” tambah mantan manajer Everton itu.

Simak Video “Prediksi Skor Portugal vs Ghana dan Brasil vs Serbia”
[Gambas:Video 20detik]
(mentah/af)