liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Harga Batu Bara Anjlok 3% Lebih!

Harga Batu Bara Anjlok 3% Lebih!

Jakarta, CNBC Indonesia – Serangan arang berhenti. Pada perdagangan Kamis (12/1/2022), harga batu bara kontrak Januari di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 376 per ton. Harga batu bara turun 3,34% dibandingkan hari sebelumnya. Pelemahan tersebut mematahkan reli harga batu bara yang sempat menguat dalam 10 hari perdagangan sebelumnya.

Sebagai catatan, kenaikan harga batu bara selama 10 hari bursa yang berlangsung pada 17-30 November 2022 merupakan yang pertama kali terjadi pada tahun ini.

Kelemahan itu juga mendorong pasir hitam kembali ke level US$ 400 per ton.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selama sepekan, harga batu bara masih naik 0,54% point to point. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara masih melonjak 4,2% dan dalam setahun masih melonjak 146,9%.



Pelemahan harga batu bara disebabkan aksi ambil untung, penurunan harga gas, serta kabar baik tentang peningkatan ekspor Australia.

Harga gas alam TTF Belanda (EUR) UE anjlok 4,9% kemarin menjadi 139,26 euro per megawatt-hour (MWh). Harga turun setelah terbang dalam dua hari sebelumnya. Harga gas turun karena ramalan cuaca di beberapa bagian Eropa tidak seburuk sebelumnya.

Dilansir dari Bloomberg, suhu di sebagian besar Eropa memang akan turun drastis pada pekan depan. Suhu di Paris, misalnya, akan lebih rendah 6,6 derajat Celcius dibandingkan Senin pekan ini.

Namun, suhu di Eropa selatan seperti Italia akan tetap lebih hangat dibandingkan musim dingin sebelumnya. Suhu di kota Roma akan menjadi 2,1 derajat Celsius di atas suhu normal musim dingin yang tercatat pada Rabu.

Peningkatan ekspor batu bara dari Australia juga menimbulkan kekhawatiran berkurangnya pasokan global. Menurut laporan dari Argus Media, Australia akan melanjutkan ekspor batu bara pada Desember setelah cuaca membaik.

Ekspor Port Waratah Coal Services (PWCS) di Newcastle tercatat sebesar 83,15 juta ton pada Januari-November 2022, turun dari 103 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Pengiriman dari PWCS hanya mencapai 6,45 juta ton, hanya mencapai 5,97 juta ton, turun dari Oktober yang mencapai 8,41 juta ton. Jumlah tersebut juga menurun 29% dibandingkan ekspor November 2021 sebesar 8,41 juta ton.
Ekspor akan meningkat di bulan Desember karena efek La Nina mulai berkurang hingga curah hujan berkurang.

Australia adalah pengekspor batu bara kokas terbesar dan pengekspor batu bara termal terbesar kedua.

Sementara itu, produsen batu bara terbesar India Coal India Ltd (CIL) melaporkan peningkatan produksi sebesar 17% pada April-November 2022. Produksi selama periode tersebut mencapai 412,6 juta ton.

Peningkatan produksi batubara India diharapkan dapat mengurangi impor batubara bagi Bollywood selain untuk menghindari krisis energi yang terjadi pada pertengahan tahun ini.

India merupakan importir batu bara terbesar kedua di dunia setelah China.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Setelah Pekan Sukses, Batu Bara Kembali Ke Puncak US$ 400/ton

(mae/mae)