liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Holding BUMN Pertahanan Cetak Laba Rp 483 M, Punya Utang Rp 15,97 T

BUMN Korup Masuk Daftar Hitam, Nasibnya Kini di Tangan Jokowi

Jakarta

kepemilikan BUMN pertahanan, Pertahankan ID membukukan laba bersih sebesar Rp483,14 miliar pada tahun 2022. Laba bersih ini merupakan kinerja keuangan yang belum diaudit.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, laba tersebut meningkat dibandingkan tahun 2021.

“Laba bersih preaudit konsolidasi tahun 2022 mencapai Rp483 miliar atau 2,45% dibandingkan pendapatan, meningkat signifikan dibandingkan audited 2021 yang hanya Rp162 miliar,” katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Holding industri pertahanan mencatatkan pendapatan Rp 19,70 triliun. Sedangkan pada 2021 menjadi Rp 15,97 triliun.

“Kinerja hasil pre audit dikonsolidasikan untuk tahun 2022. Pendapatan tahun 2022 mencapai Rp19,7 triliun, terdiri dari Rp9,94 triliun dari sektor pertahanan dan Rp9,76 triliun dari non-pertahanan,” ujarnya.

Sementara itu, pertahanan memegang uang tunai sebesar Rp 1,42 triliun. Total aset pada tahun 2022 sebesar Rp 46,4 triliun.

“Utang menarik Rp 15,97 triliun. Ekuitas mencapai Rp 12,77 triliun,” katanya.

Sebagai informasi, holding industri pertahanan terdiri dari lima BUMN yakni PT Len Industri (Persero) sebagai induk Defend ID. Kemudian, anggotanya adalah PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.

(acd/das)