liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

IHSG Kembali Ambruk, Tinggalkan 6.900

Kehabisan Tenaga, Saham 'Penguasa IKN' BSBK Ambles 6,96%

Jakarta CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini (12/07) kembali dibuka melemah melanjutkan tren perdagangan kemarin. Investor perlu mencermati beberapa sentimen yang diproyeksikan menggerakkan pasar keuangan hari ini.

Pukul 09.02 WIB, JHSG terlempar keluar dari zona psikologis 6900 tepatnya di level 6854,3. Pada 09.03 JHSG turun 0.62%. JHSG terus berada di zona negatif hingga level 6830.9 atau turun 0.89% dua menit kemudian. Tercatat 1 miliar saham diperdagangkan pada awal sesi I hari ini dengan nilai perdagangan 930 miliar.

Sentimen utama yang diperkirakan akan mendorong IHSG melemah adalah ambruknya pasar Wall Street. Wall Street mengakhiri perdagangan di zona merah karena masalah resesi meningkat. Kekhawatiran serupa diperkirakan akan menyebar ke pasar global.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Aksi jual di pasar saham AS terjadi kemarin, karena investor menunggu rilis data pekerjaan yang dijadwalkan hari ini.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 350,76 poin atau 1,03% ke level 33.596,34. Indeks Nasdaq turun 2% atau 225,05 poin menjadi 11.014,89 sedangkan indeks S&P 500 turun 57,58 poin atau 1,44% menjadi 3.941,26.

Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja yang mengecewakan kemarin. Investor khawatir kinerja perusahaan berbasis teknologi akan terpuruk di tengah ekonomi global yang penuh tantangan.

Menurunnya kinerja penerbit berbasis teknologi seperti Apple, Meta, Amazon, dan Apple dikhawatirkan membuat saham perusahaan teknologi dalam negeri semakin terpuruk.

Seperti diketahui, saham emiten teknologi menjadi penyebab utama penurunan kinerja IHSG pekan ini. Saham sektor teknologi Indonesia turun 1,54% pada hari kemarin dan turun 9,74% untuk sepekan.

Kekhawatiran resesi juga bisa menyeret IHSG lebih jauh hari ini. Sejumlah lembaga multinasional sekali lagi memperingatkan bahwa resesi di AS dan global sudah dekat.

CEO Goldman Sachs, Jamie Dimon mengatakan, ekonomi global tidak hanya menghadapi resesi moderat tetapi juga badai. Sementara itu, CEO United Airlines Scott Kirby memperkirakan resesi moderat kemungkinan terjadi karena kebijakan pengetatan The Fed.

Ekonom Bank of America (BofA) bahkan memprediksi ekonomi AS akan memasuki resesi pada kuartal pertama tahun 2023. Secara teknis, AS sudah berada di ambang resesi setelah ekonomi mereka mengalami kontraksi pada kuartal pertama dan kedua tahun 2022.

Dari dalam negeri, kekhawatiran juga sudah disampaikan oleh pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mulai mengkhawatirkan kondisi manufaktur dalam negeri yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Airlangga mengatakan Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia dan sebagian besar negara lainnya terus menurun. Kondisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan.

Seperti diketahui, PMI Indonesia tercatat sebesar 50,3 pada November 2022, turun dari Oktober yang sebesar 51,8. Sedangkan PMI Myanmar sebesar 44,6, Malaysia 47,9, dan Vietnam 47,4.

“Ini menjadi rekor bagi Gubernur dan Bupati untuk ikut mengantisipasi penurunan di 11 sektor, khususnya pada kategori padat karya,” kata Airlangga dalam jumpa pers kemarin.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

IHSG Capai Rekor Tertinggi Baru!

(Muhammad Azwar/ayh)