liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Ingin Akhiri Dahaga Gelar di BWF World Tour Finals

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menegaskan ingin segera mengakhiri dahaga gelar usai memastikan tiket final BWF World Tour Finals 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menegaskan ingin mengakhiri dahaga gelarnya segera setelah memastikan tiket final Final Tur Dunia BWF 2022.

The Daddies sukses mengalahkan pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi di babak semifinal BWF World Tour 2022, Sabtu (10/12) dalam drama tiga pertandingan yang berakhir 17-21, 21-13, 21 -19.

Menanggapi progres laga semifinal, Ahsan mengaku energinya terkuras saat menghadapi Ong/Teo. Karena itu di final, Ahsan ingin fokus istirahat untuk memulihkan diri.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Untuk final, kami tidak ingin memikirkan ke sana dulu, kami ingin fokus pemulihan dan istirahat sekarang karena kami sedikit lelah,” kata Ahsan dalam keterangan resmi PBSI.

Ahsan mengaku tidak terlalu berharap bisa tampil di BWF World Tour Finals. Karena itu, atlet berusia 35 tahun itu hanya ingin tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan.

“Kami hanya mencoba yang terbaik di setiap pertandingan, memberikan yang terbaik. Kemarin kami masuk World Tour Finals, kami tidak menyangka ini bisa sampai ke final,” ujarnya.

Sedangkan menurut Hendra, kesulitan melawan Ong/Teo adalah menandingi dominasi lawan di zona depan. Namun, kata dia, kesabaran menjadi salah satu kunci kemenangan melawan Ong/Teo yang memiliki kualitas bertahan tinggi.

“Di game pertama kami kalah di depan mereka, di game kedua dan ketiga kami mencoba kembali ke gaya permainan kami dengan menahan permainan di depan terlebih dahulu. Mereka juga tidak mudah mati, pertahanan mereka kuat, jadi Anda hanya perlu agar lebih sabar,” kata Hendra.

Bersama Ahsan, atlet berusia 38 tahun itu hanya ingin memberikan yang terbaik di partai puncak. Selain itu, Hendra juga ingin menyudahi perjuangan dengan meraih gelar juara.

“Di final kami bermain maksimal. Kami pasti ingin memenangkan turnamen final ini. Tahun ini kami tidak menang meski sebelumnya sudah empat kali ke final,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(satuan/ptr)