liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jack Ma Bersembunyi di Jepang, Ini Sosok Yang Membocorkan

Jack Ma Bersembunyi di Jepang, Ini Sosok Yang Membocorkan

Jakarta, CNBC Indonesia – Ternyata pendiri Alibaba, Jack Ma, sudah lama bersembunyi di Tokyo, Jepang. Kabarnya, Jack Ma sudah berada di Jepang selama kurang lebih setengah tahun bersama keluarganya. Sebelumnya, pria berusia 58 tahun ini sempat terlihat di Hong Kong, Belanda, dan Spanyol.

Diketahui, sosok yang memiliki total kekayaan US$23,3 miliar atau sekitar Rp357 miliar (asumsi kurs Rp15.428) ini menurut Forbes jarang terlihat atau dibicarakan publik sejak mengkritik sistem keuangan China di akhir tahun 2020.

Dilansir dari Financial Times, selama enam bulan di Jepang, orang terkaya kelima di China itu terlihat menikmati bermain ski, mandi air panas, atau sering bepergian ke Amerika Serikat dan Israel. Dikatakan bahwa pendiri perusahaan e-commerce terbesar di China ini senang berkumpul dengan sekelompok orang di Ginza dan Marunouchi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selain itu, sosok yang membawa koki dan staf keamanan pribadinya selama di Jepang ini juga seorang kolektor seni dan lukisan. Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Softbank sekaligus sahabat dekat Jack Ma, Masayoshi Son.

“Jack Ma suka menggambar dan mengirimiku beberapa gambar,” kata Son.

Dikutip dari laporan CNBC Indonesia, Jack Ma dilaporkan ‘hilang’ sejak November 2020 setelah mengkritik kebijakan Pemerintah China. Ma percaya bahwa pemerintah terlalu berhati-hati dan memprioritaskan manajemen risiko yang membuat inovasi menjadi kurang mungkin.

Selain itu, Ma juga menyebut regulasi perbankan China adalah ‘klub orang tua’. Akibat kritik tersebut, perusahaan induk Alipay, Ant Group, gagal mengambil tempat di bursa saham dan bursa Hong Kong mengumumkan penangguhan IPO Ant Group.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

HEMA Menjadi Korban Kebijakan Lockdown China

(Rindu Salsabila Putri/ayah)