liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jaksa Kembalikan Lagi Berkas Tragedi Kanjuruhan ke Polda Jatim

Kasipenkum Kejati Jatim Fathur Rohman mengatakan terdapat sejumlah poin dalam berkas tersangka Tragedi Kanjuruhan yang belum diperbaiki penyidik Polda Jatim.


Surabaya, CNNIndonesia

Kejaksaan Negeri (Kejati) Jawa Timur mengembalikan berkas perkara tersangka tragedi di Stadion KanjuruhanSayangnya, kepada penyelidik Polda Jatim alias P19.

Kepala Bagian Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jatim Fathur Rohman mengatakan ada beberapa hal yang belum diperbaiki setelah pihaknya menerima berkas peninjauan kembali dari penyidik ​​pada Senin 21 November lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Tim Kejaksaan pada Kamis 1 Desember 2022 mengundang tim penyidik ​​untuk berkoordinasi terkait tidak dipenuhinya beberapa instruksi yang diberikan,” kata Fathur saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (1/12).

Usai rujuk, kata Fathur, kejaksaan mengembalikan berkas perkara enam tersangka Tragedi Kanjuruhan ke penyidik ​​untuk diperbaiki.

“Selanjutnya setelah berkoordinasi, Jaksa Penuntut Umum menyerahkan [mengembalikan] berkas perkara ke penyidik,” ujarnya.

Namun, Fathur mengaku tidak bisa mengungkapkan hal apapun dalam surat perintah kejaksaan yang tidak dikoreksi penyidik ​​Polda Jatim. Menurutnya, hal-hal tersebut merupakan inti dari kasus tersebut.

“Itu soal instruksi JPU yang belum dipenuhi, tidak kami serahkan [ke publik] Karena itu termasuk dalam kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Asisten Hukum Gabungan (TGA) Aremania, Anjar Nawan Yusky mengatakan, pihaknya merasa belum ada kemajuan dalam penyidikan kasus Tragedi Kanjuruhan.

Pihaknya pun mendatangi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk menanyakan berkas perkaranya.

“Kami merasa tidak ada kemajuan dalam penyidikan, seolah-olah tidak ada perbedaan antara berkas yang belum P19 dengan yang belum,” ujar Anjar.

“Indikasinya tidak ada rekonstruksi, tidak ada tersangka, tidak ada penambahan pasal, pasal pembunuhan, pencabulan dan kekerasan terhadap anak,” imbuhnya.

Anjar berharap kejaksaan memiliki pandangan yang sama dengan mereka terkait Tragedi Kanjuruhan yang merupakan kesengajaan yang menewaskan 135 suporter Aremania, suporter Arema FC.

“Jadi karena belum dibayar, belum bisa dinyatakan selesai atau P21,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik ​​Polda Jatim menyerahkan tiga berkas enam tersangka Tragedi Kanjuruhan ke Kejaksaan Tinggi Jatim, Selasa (25/10).

Tersangka pertama mengajukan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, kedua berkas Ketua Panpel Arema Arema FC Abdul Haris dan Satpam Suko Sutrisno, dan ketiga berkas tersangka polisi.

Ketiga polisi tersebut antara lain Danki 3 Brimob AKP Hasdarmawan Polda Jatim, Kabag Ops Polres Malang Wahyu Kompol Setyo Pranoto, dan Kapolres Samapta Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Dalam berkas perkara, semua tersangka dijerat dengan pasal yang sama, yakni Pasal 359 KHUP dan/atau Pasal 360 KUHP dan/atau Pasal 103 ayat (1) Pasal 52 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Olahraga.

(frd/fra)

[Gambas:Video CNN]