liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jokowi Tak Mau Investasi ke RI Keliru Seperti di Amerika Latin

Jokowi tak mau investasi yang masuk ke RI keliru seperti yang terjadi di Amerika Latin; hanya membuat mereka jadi negara berkembang terus selama 70 tahun.


Jakarta, CNN Indonesia

Presiden Jokowi tidak ingin Indonesia terjebak sebagai negara berkembang selama puluhan tahun seperti ini Amerika Latin di tengah banyak orang investasi masuk

Jokowi mengatakan, Amerika Serikat memiliki ekonomi terbuka sehingga banyak investor yang masuk. Itu menjadikan mereka negara berkembang sejak 1950-an.

Namun, negara-negara Amerika Latin gagal membuat negara lain bergantung pada mereka.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ini yang saya lihat sebagai kesalahan di Amerika Latin, itu hanya cabang. Banyak investor yang masuk, tapi itu hanya cabang. Ekonomi tumbuh tapi hanya cabang,” kata Jokowi di CEO Forum Kompas100 2022, Jumat. (12/2).

Jokowi yakin negara-negara Amerika Latin tidak menghasilkan produk yang bergantung pada negara lain. Hal ini membuat Amerika Serikat terjebak sebagai negara berkembang selama beberapa dekade.

“Sudah lebih dari 50, 60, 70 tahun, negara mereka terus berkembang. Bukan terus berkembang, tapi negara berkembang,” kata Jokowi.

Melihat situasi tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia tidak boleh salah mengartikan keterbukaan ekonomi. Indonesia disebut perlu membuat desain ekosistem ekonomi yang membuat negara lain bergantung pada Indonesia.

Jokowi ingin Indonesia meniru Taiwan yang berhasil membuat negara lain bergantung pada produk chipnya.

Indonesia disebut Jokowi harus optimistis karena memiliki potensi dan kekuatan besar, baik sumber daya alam maupun manusia, ditambah lagi Indonesia akan mendapat bonus demografi pada tahun 2030.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi pasar yang besar.

“Inilah kekuatan yang seringkali tidak kita sadari. Saya harus selalu mengingatkan. Termasuk posisi kita di jalur perdagangan dunia, inilah kekuatan yang perlu kita ingat untuk membangun strategi besar,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(fby/agustus)

[Gambas:Video CNN]