liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Kabar Gembira, Bumiputera Mau Bayar Klaim! Catet Tanggalnya

Kabar Gembira, Bumiputera Mau Bayar Klaim! Catet Tanggalnya

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mempercepat pelaksanaan Sidang Luar Biasa (SLB) yang direkomendasikan Dewan Jasa Keuangan (OJK).

Anggota Dewan Pertimbangan (BPA) AJB Bumiputera 1912 mengatakan SLB ini dipercepat guna memenuhi rekomendasi dan arahan OJK RI sebagai regulator yang membantu memulihkan kesehatan perusahaan asuransi tertua ini.

Salah satu keputusan yang diambil terkait dengan pembayaran Klaim AJB Bumiputera 1912 kepada pemegang polis, perseroan akan mulai melakukan pembayaran tahap pertama yang direncanakan dimulai pada Februari 2023 dan kemudian tahap kedua pada Februari 2024.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sistem pembayaran ini akan berdasarkan antrean per wilayah yang sudah memiliki proporsionalitas aman dan sesuai dengan ketersediaan dana perusahaan. Adapun jumlah potongan rambut yang akan diterapkan sehubungan dengan pelaksanaan pasal 38 ayat (4) Anggaran Dasar AJB Bumiputera 1912, diusulkan untuk dikembalikan ke OJK. Kisaran besaran RI tersebut dapat memenuhi perimbangan antara Aset dan Liabilitas, paling tidak dapat mendekati jumlah yang diharapkan, dimana perusahaan dapat dikatakan “sehat” dan tetap dapat melanjutkan operasinya,” kata Juru Bicara RM BPA Bagus Irawan dalam keterangan tertulisnya. keterangan resmi, Senin (5/12/2022).

BPA baru-baru ini telah memenuhi undangan OJK RI dan melakukan pembahasan secara komprehensif terkait usulan RPK AJB Bumiputera 1912 yang sedang dikaji kelayakannya oleh OJK RI. BPA juga memandang perlu penyegaran organisasi dan melengkapi struktur organisasi yang ada, mengingat tantangan yang akan datang sangat kompleks dan memerlukan pemahaman yang sama dalam upaya memulihkan kesehatan AJB Bumiputera 1912.

Keputusan dalam Sidang Luar Biasa yang dipimpin langsung oleh Muhammad Idaham selaku Ketua BPA antara lain:

1. Menyetujui penggantian sementara anggota BPA AJB Bumuputera 1912 Daerah Pemilihan III (Sumatera Selatan), digantikan oleh anggota BPA yang terpilih dengan suara terbanyak kedua, Tuan Haji Asnawi Har. Hal ini terkait dengan meninggalnya Bapak Agus Patami, SE pada tanggal 24 September 2022.

2. Memutuskan untuk memberhentikan Komisaris Independen AJB Bumiputera 1912. Hal ini terkait dengan penyegaran organisasi dan tuntutan percepatan perusahaan.

3. Menyetujui rekomendasi Direksi terkait pembekuan bisnis PT Mardi Mulyo dan PT Informatic Oase. Hal itu dilakukan karena kedua anak perusahaan tersebut telah dianalisa dengan cermat dan cermat oleh Direksi, kini membebani induk perusahaan dan tidak lagi memberikan keuntungan sesuai target awal saat perusahaan didirikan.

4. Memutuskan mengangkat saudara Dr. Sugitto, SE. M.Si sebagai Direktur Bisnis AJB Bumiputera 1912.

5. Memutuskan mengangkat Brigjen TNI. Hendrawan, S.IP sebagai Komisaris Independen AJB
Bumi Putra 1912.

6. Memutuskan mengangkat Prof. Syafig A. Mugni WA, Ph.D sebagai komisaris independen
AJB Bumiputera 1912. Setelah itu, Asnawi Har sebagai calon BPA AJB Bumiputera 1912 antara Daerah Pemilihan III (Sumsel), Sugito sebagai calon Direktur Bisnis, Brigjen TNI. Hendrawan, S.IP dan Prof. Syafig A. Mugni WA, Ph.D sebagai calon Komisaris Independen juga akan segera diajukan uji kecocokan dan kepatutan ke OJK RI.

Sebelumnya disebutkan bahwa kebijakan pengurangan kewajiban yang salah satunya melalui pemotongan sebesar 12,5% dinilai OJK RI tidak cukup mampu untuk “menjadikan AJB Bumiputera 1912 dalam keadaan sehat”.

“Walaupun BPA melalui SLB telah memutuskan besaran potongan rambut, kami masih menunggu keputusan OJK RI, untuk dapat melaksanakan Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan (RPKP) AJB Bumiputera. Ini adalah bagian dari kepatuhan perusahaan. dan ketaatan kepada OJK RI sebagai Regulator,” ujar Bagus.

Bumi Putera menyadari bahwa perusahaan saat ini sedang dalam keadaan merugi, oleh karena itu keputusan yang diambil walaupun sangat keras dan pahit serta tidak bersifat kerakyatan, tetap perlu diambil dan diputuskan, agar roda perusahaan ini terus berputar.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

OJK buka isu Bumiputera & WanaArtha

(tep/ayh)