liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

KCIC Minta Masa Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditambah Jadi 80 Tahun

KCIC Minta Masa Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditambah Jadi 80 Tahun

Jakarta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan PT Kereta Api Indonesia China (KCIC) sebagai operatornya Kereta Cepat Jakarta-Bandung meminta tambahan masa konsesi atau hak operasi sampai dengan 80 tahun. Sebelumnya, KCIC hanya mendapat konsesi selama 50 tahun setelah kereta cepat beroperasi.

Plt Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Risal Wasal menjelaskan, pada 15 Agustus, KCIC meminta penyesuaian masa konsesi. KCIC menyatakan alasan permohonan perpanjangan konsesi karena ada beberapa kendala yang mengubah kelayakan bisnis proyek tersebut.

“KCIC meminta penyesuaian masa konsesi kereta cepat Jakarta-Bandung, dimana terdapat beberapa kendala yang mengubah kelayakan bisnis proyek dan memerlukan penyesuaian masa konsesi menjadi 80 tahun,” ujar Risal Wasal dalam sebuah karya. rapat dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Risal melanjutkan, KCIC menjelaskan ada beberapa hal mendesak yang mendorong dibuatnya konsesi tambahan. Pertamauntuk meningkatkan indikator kelayakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan cost overrun agar proyek dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Kedua menjaga kesinambungan proyek untuk memaksimalkan dampak positif pada berbagai aspek. Baik sosial, ekonomi, politik, lingkungan, teknologi, pendidikan, dan kontribusi terhadap pendapatan nasional. Selain itu juga akan mempererat hubungan kedua negara,” kata Risal.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus juga mempertanyakan rencana penambahan konsesi ini. Menurutnya, banyak sekali pihak yang keberatan dengan dirinya terkait perpanjangan konsesi KCIC menjadi 80 tahun.

“Ada pembengkakan dana, negara keluarkan lebih banyak dengan PMN. Kenapa minta tambahan kelonggaran, apakah bisnis bagus? Saya sering mendapat keluhan seperti itu,” kata Lasarus dalam pertemuan yang sama.

(p/angka)