liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Kemenhub Sebut Truk ‘Obesitas’ Susah Diberantas, Ditilang pun Nggak Ngaruh!

Kemenhub Sebut Truk 'Obesitas' Susah Diberantas, Ditilang pun Nggak Ngaruh!

Jakarta

Kementerian Perhubungan mengakui sangat sulit untuk memberantas truk over dimensi over load (PASTA GIGI) alias truk obesitas. Sampai saat ini masih banyak truk yang gendut di jalan dan menimbulkan banyak kerugian.

Hal itu diakui Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno. Menurutnya, penanganan PASTA GIGI harus melibatkan semua pihak, bukan hanya Kementerian Perhubungan.

“Memang masalah ODOL ini tidak mudah kita selesaikan, tapi bukan berarti kita menyerah. Penanganan ODOL harus multi instansi, multi instansi,” kata Hendro dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR . , Selasa (29/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Padahal, Hendro menjelaskan, truk gendut itu tidak berfungsi sebagai karcis. Ada kasus, kenangnya, a truk ODOL Saya sudah ditilang berkali-kali, tidak ada lagi dokumen yang bisa disita untuk tiket. Akhirnya, truk itu harus dikandangkan.

“Ada kasus kita koordinasi dengan Korlantas, ada kendaraan ODOL sampai selesai apa yang harus disita saat ditilang. Dari awal tilang SIM, dia mulai jalan lagi, ambil STNK-nya lagi, terus KIR-nya. juga mulai jalan lagi. Akhirnya kendaraan bisa kami tahan,” ujar Hendro.

Hendro juga mengatakan, denda yang dikenakan kepada pengemudi juga tidak efektif menekan pertumbuhan kendaraan gemuk. Misalnya, kendaraan yang gendut hanya didenda Rp 100.000, tapi untuk kendaraan yang kelebihan muatan, pengemudi bisa mendapat Rp 2 juta.

Kalaupun dibandingkan jumlah dendanya masih sangat kecil dibandingkan jumlah keuntungannya. Sehingga pengemudi tidak terhalang.

“Ketika dia membawa kelebihan kargo lebih dari 2 ton, dia mendapat untung Rp 1 juta. Kalau tiketnya cuma Rp 100.000 lebih, terus overload karena masih untung Rp 1,9 juta,” ujar Hendro.

Upaya Kementerian Perhubungan Tekan ODOL

Kementerian Perhubungan sendiri, kata Hendro, tidak tinggal diam. Ada banyak tindakan hukum yang diberikan untuk kendaraan gemuk. Misalnya ada kendaraan yang gendut, pasti tidak akan lewat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda dan Korlantas bahwa jika ada kendaraan yang terlalu besar tidak diperbolehkan lolos pemeriksaan, sehingga jika tidak ada uji pemeriksaan kami tidak bisa memperpanjang sertifikat di Samsat,” ujarnya. jelas Hendro.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR untuk mengimplementasikan teknologi Weight In Motion (WIM) di jalan tol. Dengan begitu, truk gendut tidak bisa lewat.

“Kami juga bekerja sama dengan BPJT, banyak tol yang sudah dipasang alatnya, beberapa ruas jalan sudah dipasang alat elektronik WIM untuk bisa mendeteksi kendaraan yang terbalik,” ujar Hendro.

Bahkan, tindakan hukum juga akan diberikan kepada pemilik barang. Hal ini terjadi ketika kendaraan yang gendut menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa, maka pemilik barang juga akan dikenakan sanksi.

“Sudah ada koordinasi dengan Korlantas dan surat ke Korlantas setiap terjadi kecelakaan akibat kelebihan muatan, sanksinya dikenakan kepada operator, hanya pengemudi yang diinstruksikan. Hal itu sudah dilakukan Korlantas bahwa setiap kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah akibat ODOL, operator barang juga perlu dihukum,” kata Hendro.

Tonton Videonya “Berani Bawa Truk Muatan? Sanksi Bukan Hanya untuk Pengemudi”
[Gambas:Video 20detik]

(setengah/zlf)