liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Kinerja Perusahaan Mengecewakan, Wall Street Terbakar

Investor Harap-Harap Cemas, Wall Street Kebakaran

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak melemah pada awal sesi perdagangan Rabu (25/1/2023).

Indeks Dow Jones melemah 0,88% menjadi 33.435,91. Sedangkan indeks Nasdaq turun 1,8% menjadi 11.130,72 dan indeks S&P 500 turun 1,2% menjadi 3.969,05

Jatuhnya saham Wall Street pada pembukaan hari ini melanjutkan tren negatif hari sebelumnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pada perdagangan Selasa (24/1/2023), Indeks S&P 500 melemah 0,07% ke 4.016,95 sedangkan Nasdaq melemah 0,27% ke 11.334,27. Namun, Indeks Dow Jones masih menguat 0,31% ke level 33.733,96.

Pergerakan bursa Wall Street masih dipengaruhi oleh laporan keuangan perseroan yang kinerjanya di bawah ekspektasi.

Perusahaan raksasa yang telah merilis laporan keuangan hari ini adalah Boeing, AT&T Inc, Capital One, Intuitive Surgical dan firma keamanan aplikasi F5.

Dari kelima perusahaan tersebut, hanya AT&T yang mampu mencatatkan hasil yang melebihi ekspektasi analis.

Boeing melaporkan pendapatan mereka mencapai US$19,98 miliar pada kuartal keempat 2022. Pendapatan ini lebih rendah dari ekspektasi pasar US$20 miliar.
Pada kuartal keempat, perseroan membukukan rugi bersih US$ 663 juta.

Sebaliknya, AT&T mencatatkan pendapatan operasional sebesar US$31,34 miliar pada kuartal keempat tahun 2022, sejalan dengan ekspektasi analis.

Analis memperkirakan kinerja keuangan perusahaan indeks S&P turun 2,9% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pendapatan juga diharapkan menjadi 1,6% lebih rendah dari perkiraan pada 1 Januari 2023.

Chief investment officer NovaPoint, Joseph Sroka, menjelaskan selain laporan keuangan, pergerakan pasar AS juga dipengaruhi ekspektasi pasar terkait kebijakan suku bunga.

Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 31 Januari-1 Februari.

“Laporan keuangan belum menunjukkan apakah pasar sedang bearish atau bullish. Namun, kami menyadari ada kekhawatiran di kalangan investor, terutama tentang kapan The Fed akan mengakhiri kenaikan suku bunga,” kata Sroka dikutip Reuters.

Indikator ekonomi masih menunjukkan data yang bertentangan. Inflasi AS mereda pada Desember 2022 menjadi 6,5% (yoy). Namun, data lain seperti ketenagakerjaan menunjukkan ekonomi AS masih panas dan booming.

Rabu malam (25/1/2023), AS merilis data penjualan rumah. Data dari Home Loan Bank Association (MBA) menunjukkan penjualan rumah AS melonjak 7% pada pekan 16-20 Januari 2023.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Kekuatan Oktober sebagai “Pembunuh Beruang” Memudar, IHSG Aman?