liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Konsumsi BBM & Makanan Melambat di November, Kenapa Nih?

Konsumsi BBM & Makanan Melambat di November, Kenapa Nih?

Jakarta, CNBC Indonesia – Survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran tumbuh sebesar 0,7% (mtm). Sementara itu, perkiraan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, Oktober, di mana penjualan ritel diprakirakan meningkat sebesar 3,1% (mtm).

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Alat Informasi dan Komunikasi diprediksi mengalami perlambatan.

“(Ini) karena terbatasnya permintaan dan kondisi musim/cuaca yang kurang mendukung,” jelasnya, Jumat (12/9/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Bahan bakar tidak tumbuh sama sekali atau tumbuh 0,0% (mtm), sedangkan makanan, minuman dan tembakau tumbuh 0,7% (mtm) dan alat informasi dan komunikasi tumbuh 0,6% (mtm).

Sementara itu, kinerja penjualan eceran diprakirakan tumbuh positif pada November 2022. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2022 yang tercatat sebesar 204,2 atau tumbuh positif sebesar 1,6% (yoy).

Dari sisi harga, Erwin mengungkapkan responden survei BI memperkirakan tekanan inflasi pada Januari 2023 akan menurun dan April 2023 akan sedikit meningkat sejalan dengan prakiraan penjualan. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2023 tercatat sebesar 138,0 turun dari 146,0 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, IEH April 2023 tercatat sebesar 140,8, naik tipis dari 140,7 pada bulan sebelumnya didorong oleh kenaikan harga selama Hari Keagamaan Nasional (HBKN).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Pahlawan hipotek! Suku bunga BI bisa menjadi 4,50% karena kenaikan harga BBM

(ha ha)