liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Konsumsi BBM Pertalite ‘Kesurupan’, Tertinggi Dalam 5 Tahun

Konsumsi BBM Pertalite 'Kesurupan', Tertinggi Dalam 5 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Bahan Bakar Khusus Tugas (JBKP) atau Pertalite per 30 November 2022 mencapai 26,90 juta Kilo Liter (KL). ).

Jika melihat konsumsi bahan bakar Pertalite selama lima tahun terakhir, sebelum tutup tahun ini, konsumsi bahan bakar Pertalite masih yang terbesar.

Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDM), konsumsi bahan bakar Pertalite pada 2017 mencapai 14,5 juta KL. Meningkat pada tahun 2018 mencapai 17,7 juta KL, tahun 2019 mencapai 19,4 juta KL dan tahun 2020 mencapai 18,1 juta KL hingga tahun 2021 yang mencapai 23 juta KL.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tahun ini, pemerintah sebenarnya mematok target kuota BBM Pertalite sebesar 23,05 juta KL. Merasa belum cukup, pada Oktober lalu pemerintah menambah kuota BBM Pertalite menjadi 29,91 juta KL.

Angka penyaluran BBM pada November yang mencapai 26,90 juta KL setidaknya sudah menembus 89,94% dari kuota yang ditambah tahun ini menjadi 29,91 juta KL.

Sedangkan berdasarkan keterbukaan BPH Migas hingga Desember 2022, sisa kuota diprediksi sebesar 29,40 juta kl atau 98,29%. Dengan demikian, sisa kuota hingga akhir tahun diprediksi menjadi 0,51 juta kl.

“Pertalite telah menyalurkan 26,90 juta KL atau 89,94% dari kuota prakiraan hingga Desember 29,40 juta KL atau 98,29% dan sisa kuota 0,51 juta KL,” kata Kepala BPH Migas, Erika Retnowati dalam Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi VII, Kamis (12/8/ 2022).

Sedangkan untuk Solar bersubsidi hingga 30 November 2022, tercatat terserap 16,02 juta kilo liter dari kuota tahun ini yang ditetapkan sebesar 17,83 juta kl. Dengan demikian, sisa kuota Solar bersubsidi hingga Desember tahun ini diprediksi masih sebesar 0,32 juta kl.

Selanjutnya, untuk minyak tanah telah tersalurkan 0,443 juta KL atau 91,36% kuota, dengan prognosa per Desember sebesar 0,484 juta KL dari 99,84 juta KL sisa kuota 0 KL.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Jangan kaget! Inilah mengapa nomor kendaraan dicatat saat mengisi bahan bakar

(pgr/pgr)