liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Memahami 4 Level Status Gunung Api, dari Normal sampai Awas

Memahami 4 Level Status Gunung Api, dari Normal sampai Awas

Jakarta, CNBC Indonesia – Gunung Semeru di Jawa Timur meletus dini hari Minggu ini, (4/12/2022). Peningkatan aktivitas yang terus menerus sepanjang hari menyebabkan Gunung Semeru dinaikkan statusnya dari Level 3 (Awas) menjadi Level 4 (Awas) mulai 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Mengacu pada hasil analisis pemantauan visual dan seismik oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terjadi erupsi disertai awan panas yang turun pada 4 Desember. 2022. Situasi ini masih berlangsung dengan ketinggian kolom erupsi yang tidak dapat diamati. Dari hasil pengamatan terlihat awan panas longsoran keluar dengan jarak 12 km dari puncak dan masih berlanjut.

“Asap dari kawah utama tidak teramati, cuaca cerah hingga mendung, gunung berapi diselimuti kabut. Angin tenang ke arah selatan, tenggara, barat, barat laut, barat daya, suhu 22-28°C,” tulisnya. PVMBG Kementerian ESDM dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (4/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Mengutip website ESDM, berdasarkan Permen nomor 15 tahun 2011, tingkat aktivitas gunung api terbagi menjadi 4, yaitu:

1.Tingkat 1 (Biasa)

Hasil observasi visual dan instrumental bervariasi, namun tidak menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Ancaman bahaya berupa gas beracun di sekitar kawah (pada gunung berapi tertentu). Pada tahap ini, orang dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Tingkat II (Peringatan)

Hasil observasi visual dan instrumental mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Di beberapa gunung berapi, letusan dapat terjadi. Ancaman bahaya di sekitar kawah. Pada tahap ini, masyarakat masih dapat beraktivitas dengan meningkatkan kewaspadaan. Untuk situasi tertentu masyarakat dapat dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah,

3. Tingkat III (Siap)

Hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas meningkat atau gunung meletus. Ancaman letusan eksplosif dapat meluas namun tidak mengancam pemukiman manusia. Masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar lembah sungai yang berasal dari daerah puncak.

Padahal, pada tahap ini, masyarakat mulai bersiap bergerak sambil menunggu instruksi dari pemerintah daerah sesuai anjuran teknis dari Kementerian ESDM. Masyarakat di daerah terancam tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mulai bersiap untuk mengungsi.

4. Tingkat IV (Awas)

Hasil pengamatan visual dan instrumental menemukan adanya peningkatan aktivitas yang signifikan atau gunung meletus. Ancaman bahaya erupsi dapat menyebar dan mengancam pemukiman manusia. Masyarakat segera bergerak berdasarkan instruksi dari pemerintah daerah setempat sesuai anjuran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pada level ini, masyarakat yang berada di kawasan terancam tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan segera mengungsi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Letusan Mauna Loa, Gunung Berapi Terbesar di Dunia

(hsy/hsy)