liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Menumpang Roket SpaceX, Satelit RI Terbang Menuju Stasiun ISS

Menumpang Roket SpaceX, Satelit RI Terbang Menuju Stasiun ISS

Jakarta, CNBC Indonesia – Satelit Indonesia bernama Surya Satellite-1 (SS-1) berhasil lepas landas dari Bumi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Satelit pada roket Falcon 9 CRS-26 milik SpaceX.

Peluncuran berlangsung di Kennedy Space Center, Florida, AS, pada 26 November 2022 pukul 14:20 EST atau 27 November 2022 pukul 02:20 WIB. SS-1 tiba di ISS pada 27 November 2022.

SS-1 akan melakukan perjalanan dari Bumi ke stasiun luar angkasa internasional atau International Space Station (ISS). Informasi ini dibagikan oleh BRIN di akun Instagram resminya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ada kabar gembira #KawanBRIN. Satelit nano karya anak bangsa, Surya Satelit-1 (SS-1) berhasil diluncurkan menggunakan Roket SpaceX Falcon 9 CRS-26,” tulis BRIN, dikutip Selasa (29) . /11/2022).

“Roket itu menjalankan misi membawa muatan termasuk satelit SS-1 ke International Space Station (ISS). Roket berhasil diluncurkan setelah sempat tertunda peluncurannya beberapa hari lalu karena faktor cuaca yang kurang mendukung.”

BRIN menjelaskan SS-1 merupakan Automatic Packet Reporting System. Fungsinya sebagai media komunikasi dengan satelit berupa teks pendek.

Teknologi yang digunakan bertujuan untuk melakukan mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh, hingga komunikasi dalam keadaan darurat.

“Misi SS-1 sendiri merupakan Automatic Packet Reporting System yang berfungsi sebagai media komunikasi melalui satelit dalam bentuk short text. Teknologi ini dapat dikembangkan untuk mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh, dan komunikasi darurat,” jelas BRIN.

Sebagai informasi, Satelit SS-1 dikembangkan oleh Universitas Surya. Pengembangannya juga mendapat dukungan ahli dan pengawasan dari Pusat Riset Teknologi Satelit.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Wow! Penumpang Pesawat & Kapal Akan Menikmati Internet Cepat

(npb/npb)