liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Polri Tetapkan 2 Tersangka Lain Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

Kedua tersangka itu merupakan Budi (BP) selaku penambang batu bara ilegal dan Rinto (RP) selaku Direktur PT Energindo Mitra Pratama (EMP).

Jakarta, CNN Indonesia

Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka lagi dalam kasus dugaan penambangan liar milik mantan anggota Sattelkam Polres Samarinda Ismail Bolong di Kalimantan Timur.

Kepala Divisi Humas Polri, Kompol Nurul Azizah mengatakan, kedua tersangka tersebut adalah Budi (BP) sebagai penambang batu bara ilegal dan Rinto (RP) selaku Direktur PT Energindo Mitra Pratama (EMP).

Dengan demikian total ada tiga tersangka dalam kasus penambangan liar di Kaltim, termasuk Ismail Bolong.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Tiga tersangka melakukan serangkaian kegiatan penambangan liar,” katanya dalam keterangan video, Kamis (12/8).

Nurul menjelaskan, penyidikan kasus illegal mining itu berdasarkan laporan polisi model A bernomor: LP/A/0099/II/2022/SPKT.Dittipidter/Bareskrim Polri, tertanggal 23 Februari 2022.

Ia mengatakan laporan tersebut menjelaskan bahwa aktivitas penambangan liar diduga terjadi sejak November 2021.

Nurul mengatakan, kegiatan penambangan tersebut dilakukan Ismail Bolong Cs di lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Santan Batubara di Kabupaten Kurtanegara, Kalimantan Timur.

“Ruang Stok atau Lokasi Penyimpanan Batubara Ilegal juga masuk dalam PKP2B PT Santan Batubara,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 158 dan Pasal 161 UU Minerba No. 3 Tahun 2020 tentang Penambangan Liar. Selain itu, mereka juga dikenakan Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Mereka diancam dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 miliar.

Ismail Bolong menjadi perbincangan setelah mengaku sebagai penambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur dan menyinggung aliran dana ke sejumlah anggota Polri.

Salah satunya, Ismail pernah memberikan uang koordinasi sebesar Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Namun, beberapa saat setelah membuat pengakuan tersebut, Ismail meminta maaf kepada Agus. Dikatakannya, saat itu dirinya mendapat tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan yang masih menjabat sebagai Kapolri.

Kemudian, ada dua salinan berita acara pemeriksaan (LHP) yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait penambangan batu bara ilegal yang didukung dan dikoordinir oleh anggota Polri dan Pejabat Utama (PJU). . Polda Kaltim. Tercatat LHP masing-masing pada 18 Maret 2022 dan 7 April 2022.

Brigjen Hendra Kurniawan membenarkan Agus terlibat dalam penambangan liar di Kalimantan Timur. Agus disebut menerima titipan sebagai uang koordinasi.

Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo juga membenarkan LHP. Saat menjadi Kadiv Propam, Sambo lah yang memproses kasus Ismail. Sambo bahkan mengaku menyerahkan LHP Ismail Bolong kepada pimpinan Polri.

Sementara itu, Kompol Agus membantah pernah diperiksa Kapolri terkait dugaan korupsi yang melibatkan Ismail Bolong. Bahkan, dia menantang Propam Polri untuk membuka Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk membuktikan keterangannya.

(tfq/fra)

[Gambas:Video CNN]