liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

RI Ogah Kayak Inggris, Sri Mulyani Janji Pantau Ketat APBN!

RI Ogah Kayak Inggris, Sri Mulyani Janji Pantau Ketat APBN!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah menginginkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dikelola dengan baik, berbeda dengan Inggris yang APBN-nya ‘mengambang’ karena salah urus.

Dengan demikian, defisit APBN 2023 akan kembali di bawah 3% atau 2,84% tepatnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kalau jangkar disiplin fiskal tidak ada, yang terjadi adalah kepercayaan akan runtuh. Lihat saja Inggris atau Inggris. Posisi fiskalnya salah, perekonomian sekuat Inggris juga goyah,” kata Menkeu. . Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Istana Negara, Jumat (2/12/2022).

Defisit APBN 2023 sebesar 2,84% dari PDB setara dengan Rp598,2 triliun.

Selain disiplin dalam menjalankan fiskal, Sri Mulyani juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mengelola perekonomian. Hal ini tak lepas dari tren inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga.

Kenaikan inflasi dan suku bunga, kata Sri Mulyani, harus ditekan agar dampaknya tidak menimbulkan shock atau kerancuan pada APBN. Oleh karena itu kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan beriringan.

“Kita harus menanggapi situasi yang kita hadapi dengan hati-hati, fleksibel tetapi tetap bertanggung jawab,” katanya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal III-2022 mengalami kontraksi atau -0,2% dibandingkan kuartal sebelumnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Inggris adalah satu-satunya negara anggota G7 yang belum pulih ke tingkat pra-epidemi. Pendapatan nasional hampir tidak berubah selama satu dekade. Ini membuat utang Inggris semakin besar.

Utang pemerintah Inggris kini berjumlah 2,45 triliun pound atau sekitar Rp. 45,5 kuadriliun (kurs Rp 18.545).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Dana Jokowi 2023 Capai Rp 3.061 T, Mau Lawan Badai Resesi?

(cap/mij)