liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Saat China Bikin Jokowi Was-was, RI Bakal Kena Apesnya!

Saat China Bikin Jokowi Was-was, RI Bakal Kena Apesnya!

Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi yang memburuk di China membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai berhati-hati. Sebagai mitra dagang utama, Indonesia pasti akan terpengaruh.

“Karena masalah di China belum selesai, ekonomi mereka juga turun akibat kebijakan 0 covid,” kata Jokowi dalam Rapat Tahunan Bank Indonesia 2022, Rabu (30/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Diketahui, pemerintah China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping masih menerapkan kebijakan zero Covid-19 yang menjadi salah satu pemicu perlambatan ekonomi. Dengan kebijakan tersebut, ketika kasus Covid-19 mulai meningkat, karantina wilayah (lockdown) akan diterapkan.

Masyarakat di negara tersebut mulai muak dengan kebijakan Xi Jinping sehingga menimbulkan protes di berbagai daerah.

China kini menghadapi masa ‘terkelam’ dalam hampir 5 dekade. Jajak pendapat Reuters baru-baru ini terhadap 40 ekonom menunjukkan ekonomi China diperkirakan tumbuh 3,2% pada 2022, jauh di bawah target pemerintah sebesar 5,5%.

Jika tidak memperhitungkan tahun 2020, saat dunia dilanda pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) akan menjadi yang terendah sejak tahun 1976.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia ke China periode Januari-Oktober 2022 sebesar US$ 51,5 miliar. Nilai ini menyumbang 22,3% dari total ekspor.

Bisa dibayangkan berapa banyak pendapatan ekspor dari China yang akan hilang jika ekonomi China melambat. Indonesia tidak akan menikmati “rejeki nomplok” lagi.

“Hati-hati (ekspor) tahun depan bisa turun,” kata Jokowi.

Hal senada disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di acara yang sama. Situasi China akan terus dipantau karena mempengaruhi perekonomian negara.

Selain itu, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa serta negara mitra dagang utama lainnya bagi Indonesia. Beberapa negara tersebut menggerakkan ekonomi dunia, ketika jatuh, banyak negara yang terkena imbasnya.

“Dunia harus siap menghadapi risiko stagflasi bahkan reflasi menjadi risiko global,” kata Perry dalam kesempatan yang sama.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Jokowi Kunjungi China ke Jepang untuk Perkuat Perekonomian

(mij/mij)