liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Saham GOTO & BUKA Jeblok, Aturan BEI Bikin Investor Rugi?

Saham GOTO & BUKA Jeblok, Aturan BEI Bikin Investor Rugi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham perusahaan teknologi eks start-up membukukan kinerja mengecewakan setelah melejit di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan resmi diperdagangkan ke publik. Startup teknologi yang sebelumnya digadang-gadang menjadi bagian dari pembangunan ekonomi negara, kini membuat banyak investor ritel pusing.

Hal ini disebabkan turunnya kinerja saham perseroan akibat situasi keuangan perseroan yang tidak mampu membukukan laba usaha. Hingga akhir pekan lalu, saham Bukalapak.com (BUKA) diperdagangkan di harga Rp 274/saham, atau turun 68% dari harga penawaran IPO. Sementara itu, merger dua startup raksasa Indonesia, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), anjlok 61% kurang dari setahun setelah dirilis.

Sebagai catatan, penawaran umum perdana BUKA senilai Rp 850 dan mampu menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 22,90 triliun dengan imbalan penerbitan 25% saham baru perseroan. Sedangkan GOTO yang menerbitkan 3,43% saham baru di harga Rp 338 berhasil mendapatkan dana segar dari masyarakat sebesar Rp 13,73 triliun.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sukses listing kedua perusahaan itu juga tercatat sebagai penggalangan dana IPO terbesar pertama dan ketiga sepanjang sejarah bursa. Namun, antusiasme awal investor dalam IPO berumur pendek, perlahan-lahan terkikis dan runtuh segera setelah kunci saham investor awal resmi dirilis.

Lockout saham GOTO resmi berakhir Rabu lalu (30/11), dan bisa resmi diperdagangkan oleh investor awal – kecuali pemegang hak suara ganda – lusa. Saham GOTO langsung ambruk setelah keran perdagangan dibuka untuk lebih banyak investor, bahkan seminggu sebelum pembukaan, investor juga ramai menjual saham-saham buatan anak bangsa.

Saham GOTO telah ditutup secara eksklusif di zona merah sejak 21 November, dan dalam dua minggu terakhir telah kehilangan 41% point-to-point. Saham GOTO langsung dibuka dengan penolakan otomatis (ARB) sejak bel bursa berbunyi dalam dua hari perdagangan terakhir. Kemacetan terjadi di area penawaran perbatasan ARB, dengan investor berbaris untuk menjual saham GOTO. Pada satu titik, jumlah transaksi yang diperlukan untuk mengakhiri saham dalam batas ARB mencapai Rp 3,4 triliun. Masuknya investor yang ingin mempertaruhkan saham GOTO membantu menjadikan saham tersebut sebagai salah satu saham yang paling banyak diperdagangkan minggu lalu.

Karpet Merah BEI untuk GOTO

Sebelum resmi masuk pasar, banyak rumor yang beredar di pasar bahwa BEI akan melonggarkan aturannya agar raksasa teknologi tanah air itu bisa diperdagangkan secara publik. Banyak pihak setuju, bahkan ada yang menganggap hal ini tidak perlu.

Sebelumnya, aturan IPO BEI secara tegas menyebutkan bahwa perusahaan yang ingin masuk bursa dan menjadi papan utama harus membukukan laba terlebih dahulu dalam satu tahun terakhir, sesuai aturan lain yang relevan. Sedangkan perusahaan yang masih merugi dan tidak sabar untuk mendapatkan dana segar dari masyarakat harus mulai dari development board atau akselerator, tergantung ukuran dan parameter khusus lainnya.

BUKA yang merupakan startup RI pertama yang IPO tercatat di papan pengembangan, karena peraturan otoritas bursa belum selesai. Sedangkan GOTO, yang diumumkan sekitar delapan bulan kemudian, mendapatkan karpet merah dari BEI untuk masuk ke papan utama.

Namun, regulasi revolusioner yang paling ditunggu terkait dengan hak pilih ganda, di mana terdapat beberapa kelas yang dibedakan berdasarkan kekuatan hak pilih. Aturan baru tersebut juga resmi berlaku akhir tahun lalu sehingga suara saham pendiri GOTO 30 kali lebih kuat dari saham biasa, dimana secara total, empat pendiri dan satu entitas memperoleh 6,29% saham dan mewakili 58,01% dari hak suara.

Hak suara ganda ini pada akhirnya membuat sang pendiri – yang saat ini masih mengisi posisi paling penting dan strategis di GOTO – tidak bisa ditembus, selama aliansi lima entitas tetap kuat. Beberapa kritikus mengatakan aturan multiple-share dapat mengurangi check and balances, namun para pendukung mengatakan aturan tersebut dapat melindungi visi jangka panjang para pendiri sehingga perusahaan tidak tenggelam.

Meski dianggap cukup radikal di Indonesia, aturan ini sudah lama diberlakukan oleh beberapa bursa saham besar dunia, termasuk Wall Street.

Selain itu, perusahaan eks-strarupt yang masih merugi tetapi diperdagangkan secara publik dalam skala besar sudah memiliki preseden di luar negeri, termasuk Amazon yang dalam sepuluh tahun pertama merugi, serta perusahaan baru lainnya seperti Uber.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengeluarkan aturan tentang penerapan klasifikasi saham dengan hak suara ganda oleh emiten atau multiple voting share (MVS) akhir tahun lalu untuk mengakomodir startup unicorn yang ingin go public.

Selain memberikan red carpet bagi para pemula, bursa sebenarnya memiliki ambisi pribadi untuk menambah jumlah listing sehingga nantinya bisa menjadi salah satu bursa utama dan penting di dunia. Saat ini ada 20 bursa di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 triliun (Rp 15.425 triliun) dan BEI tidak termasuk di dalamnya dengan kapitalisasi pasar hanya Rp 9.545 triliun.

Lebih lanjut, BEI juga berkomitmen untuk tetap adaptif dan dapat menjadi jawaban bagi badan usaha yang ingin menghimpun dana masyarakat di Indonesia.

Pertengahan tahun lalu, salah satu pengurus bursa I Gede Nyoman Yetna mengatakan, “Bursa terus berupaya menjadi Bursa yang menyesuaikan dengan kebutuhan stakeholders-nya, termasuk unicorn di Indonesia, agar mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi mereka untuk berkembang.”

Bursa sebelumnya juga menyatakan bahwa perubahan aturan IPO dilakukan tanpa mengorbankan perlindungan kepentingan investor. Namun, keadaan saham BUKA dan GOTO yang masih bertebaran akhirnya membuat banyak investor terutama retailer yang daya belinya rendah bertanya-tanya apakah lampu hijau dan karpet merah BEI untuk melancarkan langkah IPO adalah langkah yang tepat?

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

23 Calon Emiten Antri IPO di BEI, Siap Cari Modal Rp 9,5 T

(fsd/fsd)