liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Suku Bunga Tinggi Bisa Bikin Sektor Jasa Keuangan Tertekan

Suku Bunga Tinggi Bisa Bikin Sektor Jasa Keuangan Tertekan


Jakarta

Dewan Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga berpotensi memberikan tekanan pada sektor jasa keuangan dari berbagai sumber kelemahan seperti ketidaksesuaian likuiditas, fluktuasi harga aset dan tingkat utang yang tinggi yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan debitur. untuk memenuhi kewajiban.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, stabilitas sektor jasa keuangan saat ini terjaga, namun dampak buruk akibat kompleksitas tekanan yang dihadapi perekonomian global perlu diwaspadai, baik secara global. kebijakan normalisasi, situasi geopolitik yang tidak menentu dan tingkat inflasi yang meskipun moderat, tetap berada pada level tertinggi.

“Perlambatan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan tidak terhindarkan seperti yang diprediksi oleh berbagai lembaga internasional,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (6/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kebijakan yang kolaboratif, akurat, dan terukur akan menentukan prospek terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan ke depan.

OJK menyatakan beberapa lembaga internasional seperti OECD memperkirakan ekonomi global akan melambat pada tahun 2023 karena pengetatan kebijakan moneter global, harga komoditas energi dunia yang tinggi dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, dan tingkat inflasi yang masih tinggi.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan perkembangan sektor yang memiliki pangsa ekspor tinggi serta sektor padat modal yang akan lebih terpengaruh oleh kenaikan suku bunga.

Indikator ekonomi terkini menunjukkan bahwa kinerja perekonomian Tanah Air masih cukup baik, terlihat dari neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur yang berada di zona ekspansi, dan indikator pertumbuhan konsumsi masyarakat. yang masih kuat.

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap situasi ekonomi masih positif. Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin untuk meredam ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.

Namun, laju pemulihan ekonomi dan intermediasi sektor keuangan tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan suku bunga.

Bersambung ke halaman berikutnya.