liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Timnas Jerman Apes di Piala Dunia, Krisis Jadi Biang Kerok?

Timnas Jerman Apes di Piala Dunia, Krisis Jadi Biang Kerok?

Jakarta, CNBC Indonesia – Keadaan Jerman saat ini seperti jatuh dari tangga. Saat dilanda krisis energi, performa Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 menurun performanya di fase grup.

Jerman menjadi korban harga energi yang tinggi, terutama gas, yang menyebabkan inflasi meningkat. Dampak langsungnya juga dirasakan oleh masyarakat Jerman karena biaya listrik dan bahan bakar yang semakin mahal.

Penderitaan rakyat Jerman semakin parah setelah melihat penampilan Neuer dan kawan-kawan di lapangan. Sebelum bermain imbang 1-1 melawan Spanyol, Jerman menelan pahitnya kekalahan saat bertemu Jepang. Juara dunia empat kali itu juga harus menerima posisi terbawah di belakang Spanyol, Jepang, dan Kosta Rika serta menghadapi bahaya tersingkir di babak penyisihan grup untuk dua edisi Piala Dunia berturut-turut.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Mengenai situasi dalam negeri, harga energi di Jerman naik 38%, sementara harga pangan naik 12% dan harga bahan bakar naik 33%, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Arif Havas Oegroseno mengatakan kepada CNBC Indonesia baru-baru ini.

Tingkat inflasi Jerman juga naik menjadi 10,4% year-on-year (yoy) di bulan Oktober dari 10% di bulan sebelumnya.

Kepala Kantor Statistik Federal (Destatis), Georg Thiel mengatakan, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak reunifikasi Jerman.

Sementara itu, tingkat konsumen dibandingkan dengan negara Eropa lainnya tercatat meningkat 11,6% yoy di bulan Oktober.

Krisis energi terjadi akibat meroketnya harga komoditas, mulai dari gas, minyak mentah hingga batu bara. Awalnya setelah infeksi virus Corona (Coronavirus Disease 2019/Covid-19) dapat dikendalikan, kebutuhan energi meningkat seiring dengan pergerakan orang yang mulai meningkat setelah penutupan.

Sayangnya, Covid-19 telah melumpuhkan produksi komoditas energi. Aliran modal juga menjadi tidak stabil, yang pada akhirnya mengganggu produksi pertambangan.

Permintaan energi yang melonjak tidak dapat diimbangi dengan produksi, sehingga komoditas energi menjadi langka. Harga telah meroket pada tahun 2021.

Berlanjut di tahun 2022, pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina membuat persoalan harga energi semakin pelik. Sanksi Barat telah memaksa Rusia keluar dari sistem keuangan internasional. Produk tanah Rusia juga diembargo oleh barat, sehingga pasokannya menghilang dari pasar. Harga telah meroket.

Rusia sendiri merupakan produsen utama minyak, gas, dan batu bara di dunia. Jerman yang 27% sumber energinya berasal dari gas, bergantung pada Rusia sebagai pemasok. 55% impor energi Jerman berasal dari Rusia.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

Artikel Berikutnya

Google Secara Tidak Sengaja Membocorkan Tim Final Piala Dunia?

(ras/ras)