liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Timnas Spanyol Disebut Kurang Pengalaman, Enrique: Jadi Tukang Kayu?

Timnas Spanyol Disebut Kurang Pengalaman, Enrique: Jadi Tukang Kayu?


Doha

Spanyol akan bermain di babak 16 besar Piala Dunia 2022 melawan Maroko. Tim Matador Penuh Pemain Muda Disebut Tak Berpengalaman, Pelatih Luis Enrique Tanggapi Komentar Keras!

Maroko vs Spanyol akan berlangsung di Education City Stadium dalam lanjutan 16 besar Piala Dunia 2022, Selasa (6/12) pukul 22.00 WIB. Maroko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia sebagai juara Grup F dan Spanyol sebagai runner-up Grup E.

Spanyol memulai babak penyisihan grup dengan pesta gol 7-0 atas Kosta Rika. Selanjutnya, La Furia Roja digelar imbang oleh Jerman dan dilepas oleh Jepang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Spanyol menuju Piala Dunia 2022 dengan banyak pemain muda. Padahal, ada dua gelandang yang masih anak-anak yang selalu dipilih sebagai starter, yakni Pedri (20 tahun) dan Gavi (18 tahun).

Pedri dan Gavi (Foto: Getty Images)

Karenanya, tak sedikit pakar sepak bola menilai skuad Spanyol kurang pengalaman di ajang sebesar Piala Dunia. Sang pelatih, Luis Enrique, membalasnya dengan komentar pedas!

“Saya tidak setuju menyebut tim saya tidak berpengalaman. Berpengalaman dalam hal apa? Pertukangan?” katanya seperti dikutip dari Marca.

Luis Enrique mengatakan pemilihannya untuk skuat Spanyol telah dilakukan dengan hati-hati. Dia menetapkan pandangannya setinggi mungkin dan meminta para pemainnya untuk tidak mendengarkan perbedaan pendapat.

“Kalau timmu kalah, akan ada komentar-komentar aneh. Beda cerita kalau timmu menang,” sindirnya.

“Tim ini akan dikenali dari cara bermain dan filosofinya. Pada akhirnya para pemain yang bertanding, saya hanya ingin mereka mengimplementasikan ide-ide saya,” pungkasnya.

(af/nds)