liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

‘Tsunami Covid’ Benar-Benar Hantam China, Ini Data Barunya

'Tsunami Covid' Benar-Benar Hantam China, Ini Data Barunya

Jakarta, CNBC Indonesia – ‘Tsunami’ Covid-19 benar-benar melanda China. Hal itu terlihat dari data terbaru yang dipublikasikan di situs Center for Disease Control and Prevention (CDC) China, Rabu (25/1/2023).

Kasus Covid-19 memuncak dengan lebih dari 7 juta infeksi setiap hari sekitar 22 Desember. Kematian juga mencapai rekor lebih dari 4.000 kasus pada 4 Januari 2023.

“Sekitar 22 Desember 2022, jumlah orang yang terinfeksi dan jumlah konsultasi rawat jalan demam mencapai puncaknya,” tulis agensi tersebut, seperti dimuat Reuters.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kasus melebihi 7 juta per hari dan jumlah konsultasi rawat jalan harian mencapai 2,867 juta… Hampir 6.000 orang dengan Covid-19 meninggal di rumah sakit pada 1 Januari,” tambah CDC China.

Data tersebut muncul setelah seorang ilmuwan terkemuka mengatakan selama akhir pekan bahwa 80% dari 1,4 miliar orang China telah terinfeksi. Hal ini di tengah tingginya tingkat perjalanan yang terjadi selama periode liburan Tahun Baru Imlek yang terkadang dijuluki sebagai ‘migrasi manusia terbesar di dunia’.

Mobilitas penduduk yang tinggi dikhawatirkan dapat menyebarkan virus ke desa dan menimbulkan gelombang penularan kedua. Kementerian Transportasi China sebelumnya memperkirakan lebih dari 2 miliar perjalanan akan dilakukan selama 40 hari musim Tahun Baru Imlek 2023.

“Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, kemungkinan pemulihan Covid-19 skala besar atau gelombang kedua infeksi di seluruh negeri lebih kecil,” kata ahli epidemiologi Wu Zunyou.

Sebelumnya para ahli di seluruh dunia termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa angka yang dipublikasikan China untuk kasus Covid-19 dan kematian mungkin jauh dari angka penuh. Kematian di rumah tidak dihitung dan banyak dokter mengatakan tidak disarankan menyebut Covid-19 sebagai penyebab kematian.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Semua mati! Bencana Baru Kini Mengancam Tiongkok

(sef/sef)