liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Warga +62 Paling Suka Pakai Aplikasi Transportasi Online Apa? Ini Jawabnya

Warga +62 Paling Suka Pakai Aplikasi Transportasi Online Apa? Ini Jawabnya


Jakarta

Aplikasi transportasi online dan logistik sekarang banyak tersedia di Indonesia. Aplikasi ini menawarkan berbagai layanan dengan tujuan memberikan bantuan dan kemudahan kepada penggunanya. Lalu, aplikasi apa saja yang paling banyak digunakan orang?

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Institute of Economic and Financial Development (Indef) dengan tema ‘Tren Industri Persepsi Konsumen terhadap Layanan Transportasi dan Logistik Online: Transportasi dan Logistik Online Terbukti Tangguh di Tengah Krisis Ekonomi’, aplikasi Gojek adalah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Meskipun konsumen memiliki lebih dari satu aplikasi transportasi dan logistik online di smartphone mereka, Gojek merupakan brand dengan tingkat kepuasan konsumen tertinggi. Dalam survei tersebut, ditemukan 82% pengguna transportasi online memilih menggunakan Gojek. Sedangkan pengguna transportasi online yang memilih menggunakan Grab sebanyak 53%, Maxim 19,6% dan InDriver 4,9%.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sedangkan untuk segmen logistik online, mayoritas UKM dan pedagang online juga memilih menggunakan Gojek (GoSend) dengan pangsa 64%, diikuti Grab 42%, ShopeeXpress 28%, Lalamove 18,7%, AnterAja 10,9%, NinjaXpress 7,8% , dan Deliveree 5,4 %.

Direktur Riset Indef, Esther Sri Astuti Soeryaningrum mengatakan, Indef melakukan kajian terhadap layanan transportasi dan logistik online karena kedua pilar tersebut merupakan salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dari perspektif digital. Hasil survei yang dilakukan menunjukkan bahwa industri transportasi dan logistik online cukup tangguh, meski di tengah ketidakpastian ekonomi dan saat pembatasan mobilitas berada di puncak pandemi COVID-19.

“Permintaan layanan transportasi online cenderung stabil bahkan meningkat setelah pelonggaran pembatasan mobilitas seperti saat ini dengan frekuensi penggunaan rata-rata 4-12 kali dalam seminggu,” kata Esther dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7). 7). 12/2022)

Perubahan pola konsumsi masyarakat dari offline ke online yang semakin berkembang dan mobilitas yang semakin baik diprediksi akan meningkatkan permintaan transportasi dan logistik online di masa mendatang. Beberapa waktu lalu, transportasi online menjadi kebutuhan sehari-hari yang terbukti meningkatkan produktivitas dan membuat perjalanan menjadi lebih efisien dari segi waktu dan biaya bahan bakar.

“Bahkan, lebih dari 56% responden juga menyatakan akan tetap menggunakan layanan transportasi online meski tanpa promosi, dan 60% responden menyatakan akan meningkatkan penggunaan transportasi online ketika mobilitas mulai pulih pascapandemi,” kata Ester.

Bersambung ke halaman berikutnya. Cukup klik