liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Zulhas Buka-bukaan Permintaan Impor Kelengkeng hingga Bayam Membludak

Zulhas Buka-bukaan Permintaan Impor Kelengkeng hingga Bayam Membludak

Jakarta

Asosiasi Eksportir dan Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Aseibssindo) mengeluhkan keluarnya izin impor yang seringkali tertunda melebihi batas waktu yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Seorang perwakilan asosiasi mengatakan kejadian serupa terjadi pada tahun 2020, menyebabkan pengusaha mengajukan hampir 14 aplikasi ke pengadilan. Namun, tahun lalu, kejadian serupa kembali terjadi.

“Kami tidak ada masalah teknis. Kita prihatin dengan apa yang sudah dikuasai Kemendag, tentu kita butuh waktu. Dalam undang-undang 10 hari, yang terakhir hampir 5 bulan tidak dikeluarkan. Jadi harapan kami bisa mematuhi aturan,” ujarnya di Kopi Johny, Jakarta Utara, Sabtu (3/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tak hanya itu, mereka juga menyoroti berita mafia impor atau majikan pilihan. Bahkan mereka mendengar banyak izin impor yang dikeluarkan padahal izin mereka tidak diproses.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan permintaan impor dari para pengusaha semakin meningkat. Misalnya untuk bawang putih, kuotanya 500 ribu ton, sedangkan usulannya 2 juta ton.

“Kalau dibiarkan semua bangkrut, harganya hancur. Kalau kita kasih 1 juta ton, misalnya, semua rugi di pasar,” kata Zulhas.

Ia juga menekankan banyaknya kegiatan impor buah yang menurutnya sebenarnya tidak perlu. Dia menegaskan, pemerintah akan lebih selektif terkait izin tersebut.

“Kita harus keluarkan apa yang bisa kita ambil, asal kelengkeng, gimana? Di Cianjur kan banyak, kenapa kelengkeng impor? Bayam impor? Itu saja. Jadi kita jadi rewel juga,” ujarnya. .

Di sisi lain, beredar kabar bahwa banyak ekspedisi asing yang membawa buah-buahan ke Indonesia di masa-masa sulit pengusaha mendapatkan izin. Menanggapi hal tersebut, Zulhas menegaskan, fenomena ‘bebas impor’ tersebut harus segera dilaporkan.

Menurutnya, pemerintah juga perlu melindungi kelangsungan hidup petani buah dan sayur, terutama terkait komoditas yang tersedia di dalam negeri. Berbeda dengan komoditas yang hanya tersedia di luar seperti buah pir.

“Kemarin saya ke Banyuwangi. Buah naganya enak sekali. Mangga di Indramayu sudah busuk. Dari Rp 20.000 sampai Rp 3.000 perak, orang tidak mau petik, tidak laku karena buahnya. impor banjir Itu gila. Saat ini kita atur, belum bisa, tapi kita atur,” kata Zulhas.

Namun, Zulhas juga menegaskan, kasus buah-buahan dan produk hortikultura lainnya juga dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian.

(gambar/angka)